- Bawa Sabu 23,51 Gram, Pemuda Asal Bukit Lingkar Ditangkap Polsek Batang Cenaku
- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
11 WNA Mengaku Rohingnya Diamankan Di Panipahan Oleh Warga,Ini Konfirmasi Imigrasi Bagansiapiapi

Rohil, VokalOnline.Com - Ini kedepannya jadi ancaman serius Rokan Hilir,jika ditangani biasa saja oleh pihak berwenang,kemaren ada 11 orang WNA mengaku berasal dari Rohingnya ditemukan warga memasuki Panipahan.
Temuan warga,Selasa (2/1/2024) lalu ini ada 11 lelaki berkulit hitam ras Bengali secara ilegal sampai di Kota terapung ini.
Sehingga warga setempat bereaksi, karena terusik atas kehadiran mereka,bahkan warga mendapat informasi tentang tabiat buruk manusia perahu ini dari dari pemberitaan media Aceh beberapa waktu lalu.
Warga menginformasikan keberadaan WNA ini ke Polsek Panipahan,lalu polisi mengamankan seluruh WNA yang mengaku warga Rohingnya .
11 orang ini mengaku dari Sumatera Utara ke Panipahan dan selanjutnya akan dibawa menyeberangi Selat Melaka menuju Malaysia dengan kapal laut .
Reporter media ini mendapatkan rekaman audio visual ( vidio) berdurasi 24 detik memposting kondisi awal warga Rohingnya saat di evakuasi ke pihak berwajib di Panipahan.
Vidio berdurasi 24 detik ini terlihat 11 WNA ini dibawa naik honda roda tiga angkutan barang dengan kondisi tangan diikat tali plastik kuning saling diikatkan satu dengan lainya.
Rabu, (3/1/2023) ke 11 orang asing ini diboyong dari Panipahan ke Bagansiapiapi dan diserahkan pihak Kepolisian ke Imigrasi Bagansiapiapi untuk proses lebih lanjut.
Petugas Kantor Imigrasi Bagansiapiapi lalu berkoordinasi dengan Polres Rohil,keseluruhan WNA yang mengaku etnis Rohingnya ini ditangani Imigrasi Bagansiapiapi.
Kepala Kantor Imigrasi Bagansiapiapi,Anwar Musyaddat didampingi Kasi Tikim,Adam Setiawan menyebutkan akan berkoordinasi dengan Kanwil Imigrasi Riau dan UNHCR soal WNA Rohingnya ini.
" Kami berkoordinasi dengan pihak UNHCR, " Aku Anwar Musyaddat dihadapan wartawan di Bagansiapiapi,kemaren.
Data dirangkum dari masyarakat menyebutkan ada indikasi cukong atau tekong TKI Ilegal asal Sumatera Utara bermain dibalik layar atas kedatangan 11 warga Rohingnya di Panipahan ini selanjutnya akan di seberangkan lagi ke Malaysia.
Karena Wilayah Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas memiliki pantai terpanjang dan tangkahan tikus terbanyak di bibir Pulau Sumatera yang hanya sekitar 60 Mill lebih dari Port Klang,Selangor Malaysia.
" Perlu waspada, dimanfaatkan daerah kami jadi tempat transit atau datang warga Rohingya, kami dengar tipikal mereka buruk dari pemberitaan di televisi, " Ucap warga.
Untuk itu sudah selayaknya semua pihak waspada,khusus pihak berkompeten menjaga teritorial perairan Indonesia di wilayah Rokan Hilir untuk menjaga agar Panipahan dan daerah-daerah pesisir pantai di tingkatkan keamanan dan tidak terulang lagi masuknya WNA Ilegal ini dengan mengatas namakan warga pengungsi. (Hy)
Berita Terkait :
_Black11.png)









