- Dukung Program MBG, SPPG Pematang Reba 02 Ikuti Peresmian Serentak 980 SPPG
- 320 Posyandu Diperkuat, RAPP Bekali Ribuan Kader dengan Edukasi Kesehatan dan Gizi di Riau
- Merawat Silaturahmi, Menguatkan Kontribusi: IKA Unri RAPP Punya Nahkoda Baru
- Alam Cahayo Tuah Nagoghi dan Sari Jadi Gementar Alam Melaju ke Final Pacu Jalur 2026
- Dari Konflik Menuju Kolaborasi, RAPP dan Petani Beruk Sepakati Pengelolaan Lahan yang Kondusif
- Cegah Kabut Asap Makin Tebal Polsek Tebing Tinggi Bagikan Masker kepada Masyarakat
- Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
- DPRD Meranti Panggil Sejumlah OPD, Bahas Persoalan Pergaulan Remaja dan Perlindungan Anak
- Siompu Kampar Riau Tampilkan Parade Manjujuong Dulang dan Baju Bakuduong
- H. Ian Machyar Terpilih Aklamasi sebagai Ketua BPC Perhumas Pekanbaru Periode 2026-2029
Abdul Wachid Jadi Guru Besar UIN Purwokerto, Bawa Gagasan Moderasi Beragama

PURWOKERTO, VokalOnline.Com - Gagasan moderasi beragama melalui literasi sastra di pesantren, dilontarkan oleh Prof. Dr. H. Abdul Wachid BS, M.Hum., dalam acara pengukuhan Guru Besar Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto (22/08/2023).
Dalam pidatonya, Prof. Achid menyoroti betapa penting literasi sastra dalam membentuk moderasi beragama melalui pembelajaran sastra bagi para santri di pesantren.
Hal ini menjadi sangat penting mengingat bangsa dan negara Indonesia yang sangat plural. Apalagi, dengan isu-isu SARA yang seringkali sangat provokatif.
“Praktik moderasi beragama melalui literasi sastra untuk para santri sebenarnya sudah mengakar kuat. Karena tradisi pembacaan kitab di pesantren secara bandongan dan sorogan,” ungkap Prof. Achid.
Prof. Abdul Wachid yang sejak muda sudah terjun di dunia sastra, memiliki pandangan bahwa literasi sastra sangat penting diajarkan di pesantren.
"Pesantren adalah institusi pendidikan yang paling kuat akar sosio kulturalnya. Sekaligus memiliki landasan literatur paling kuat di antara lembaga pendidikan lainnya," ujar Prof. Achid
“Pendidikan sastra memiliki kesamaan dengan tasawuf di pesantren. Sastra dan tasawuf inilah yang melembutkan hati, pikiran, dan perilaku para santri sebagai pemimpin masa depan bangsa. Yang menjadi dasar sikap keberagamaan yang moderat,” paparnya.
Di samping itu, Rektor UIN Saizu, Prof. Dr. Roqib, M.Ag., menyampaikan dengan pengukuhan Guru Besar ini, UIN Saizu akan semakin mampu memberikan kontribusi yang besar dari hasil penelitian untuk dunia pendidikan.
“Selamat untuk Prof. Dr. H. Abdul Wachid BS, M.Hum. Dengan pengukuhan Guru Besar ini semoga ilmu yang sudah didalami bisa semakin dikembangkan lagi, dan diajarkan pada seluruh civitas akademika di Indonesia” ujar Prof. Dr. Roqib.(Bom)**
Berita Terkait :
- Majelis Hakim PTUN Jakarta Harus Menolak Gugatan PT TUM0
- KTT BRICS Digelar 22 Agustus di Afsel, Jokowi hingga Xi Jinping Hadir0
- NasDem dan Demokrat Beda Sikap soal Penentuan Cawapres Anies0
- Respons Hasil Survei, PDIP Evaluasi Strategi Pemenangan Ganjar0
- Film Strategis Melestarikan Bahasa Daerah0
_Black11.png)








