ADVETORIAL DPRD SIAK

Publisher Vol/Yad Daerah
26 Mar 2021, 10:30:35 WIB
ADVETORIAL DPRD SIAK

Ketua DPRD Siak, saat peresmian dan serah terima Instalasi Pengelolaan Air Kapasitas 20 liter per detik dan jaringan perpipaan untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Indoor.


SPAM Indoor Diresmikan, Ketua DPRD Siak: Sepenuhnya Buat Masyarakat

SIAK (VOKALONLINE.COM)- Ketua DPRD Kabupaten Siak, H Azmi SE, beserta Anggota DPRD Komisi III H Kusman Jaya dan Anggota DPRD Komisi II Sudarman, menghadiri peresmian dan serah terima Instalasi Pengelolaan Air Kapasitas 20 liter per detik dan jaringan perpipaan untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Indoor Kabupaten Siak.

Ketua DPRD Siak H Azmi mengaku senang atas capaian Pemkab Siak yang dipastikan hal itu untuk kepentingan masyarakat. Terlebih lagi, di hari yang sama diresmikan Pembangunan Program Nasional Penyediaan Air Minum (Pamsimas) III dan Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) Kabupaten Siak tahun 2020.

“Air bersih yang dihasilkan tentu akan dinikmati masyarakat dengan sebaik baiknya. Dengan mengalirnya air bersih, masyarakat akan sehat, mengingat air merupakan kebutuhan makhluk hidup,” ungkap H Azmi.

Lebih jauh dikatakannya, penting air bersih terus dimaksimalkan jika ingin tetap sehat. Dan apa yang kini diresmikan setidaknya menjadi jawaban betapa telah terpikirkan bagaimana Siak ke depannya. 

“Saya yakin, ke depan masyarakat Siak lebih sehat, lebih bersemangat untuk menjadi lebih baik lagi,” sebut H Azmi.

H Azmi juga berkeliling bersama Bupati Siak H Alfedri dan berbincang terkait pengolahan air bersih yang sudah komputerisasi, sehingga apa yang dihasilkan merupakan sesuatu yang baik dan maksimal.

“Bahkan saat ini PH air yang dihasilkan SPAM ini 7,3 sampai 7,2, itu artinya air yang dihasilkan cukup baik,” ungkap H Azmi.

H Azmi merasa, apa yang kini diresmikan akan berimbas sangat baik untuk masyarakat Siak, terutama masalah kesehatan.(sal)***


Ketua DPRD Siak H Azmi

Rekomendasikan Dinas Pertanian Teliti Limbah PDAM 

SIAK (VOKALONLINE.COM)- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Siak melakukan Hearing berkaitan Lumpur upt air bersih kecamatan mempura melimpah ke kebun warga yang merugikan masyarakat. 

Ketua DPRD Siak  H. Azmi mengatakan Limbah tidak berbahaya itu hanya lumpur biasa aja jika menumpuk di lahan masyarakat tentu berpengaruh pada lahan tersebut oleh karena itu masyarakat mengadu kepada dprd siak untuk meminta pertanggung jawaban dari dinas berkaitan dengan berlangsungnya kebun masyatakat 

"Kita Kendalanya saluran air limbah yang tersumbat dan tidak ada koordinasi antara dinas PU dan masyarakat sebagai tempat aliran limbah masuk ke sungai," ungkapnya. 

Dijelaskannya, Langkah langkahnya akan diperbaiki  terhadap drainase berkoordinasi dengan masyarakat tempatan yang lahanya terlewati aliran sungai yang terkena limbah supaya untuk mengizinkan membuat parit supaya lancar jalan airnya karena sebelumya masyarakat tidak mengizinkan paritnya di gali sehingga dinas bingung kemana mau dibuang. 

"Jadi kita meminta kepada pihak kelurahan untuk masyarakatnya memaklumi nya karena ini untuk kepentingan masyarakat lainnya karena UPT air bersih untuk masyarakat lainnya," jelasnya. 

Berkaitan dengan kerugian masyarakat terkena dampak limbah kita merekomendasikan dinas pertanian untuk melakukan suatu penelitian sejauh mana dampak limbah ke kebun masyarakat dan melakukan soslusi solusi kepada kebun tersebut.(sal)***


Anggota DPRD Siak Syamsurizal Budi 

Dukung Cegah dan Tangani Karhutla Secara Masif

SIAK (VOKALONLINE.COM)- Anggota DPRD Siak Syamsurizal Budi, menghargai kerja keras Satgas Karhutla yang memadamkan kebakaran lahan di Sungai Apit.

Kerja keras yang tak kenal lelah yang dilakukan Satgas Karhutla terdiri dari Polres dan Polsek, TNI, Manggala Agni, BPBD dan MPA sangat diapresiasinya.

“Kebakaran lahan merupakan masalah bersama, jadi memang harus ditangani bersama. Di sini, tidak boleh ada yang merasa lebih menonjol. Sebab posisinya sama, yaitu  bagaimana caranya lahan yang terbakar dapat dicegah tidak semakin meluas,” Syamsurizal Budi.

Sebagai putra Sungai Apit, apa yang kini terjadi membuatnya tidak akan tinggal diam. Dia mendukung penuh proses pemadaman. Dan dia membantu dalam mengkampanyekan bahaya membakar saat membersihkan kebun.

“Setiap saya turun dan berbincang dengan warga, saya terus ingatkan bahaya membersihkan kebun dengan membakar. Sebab jika abai, api bisa meluas dan hal itu tidak hanya membahayakan habitat dan merusak lingkungan tapi juga berpengaruh terhadap kesehatan warga,” jelasnya.

Koordinasi juga dilakukannya kepada tokoh dan pemuka agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Perlu pendekatan emosional dalam hal ini, agar semau berjalan dengan baik.

Bantuan dari warga juga diharapkan Syamsurizal Budi, dengan cara saling mengingatkan pentingnya tidak membakar saat membersihkan kebun.

Meski hal itu perlu solusi, sebab sulit bagi warga tidak membakar saat membersihkan kebun. Namun, setidaknya dapat didiskusikan dan dibicarakan langkah terbaik dalam hal ini.Masyarakat yang mata pencariannya bertani atau berkebun, memang harus diajarkan bagaimana caranya tidak membakar tapi lahan dapat dibersihkan dan bisa ditanami.

“Dalam hal ini, saya meminta kepada pihak terkait memberikan solusi terbaik. Sehingga ekonomi warga dapat bangkit di tengah pandemi Covid-19 ini, dengan tetap berkebun tanpa harus membakar saat membersihkannya,” kata Syamsurizal Budi.(sal)***


Komisi III DPRD Siak Panggil PT TKWL Terkait Jalan Rusak 1,8 KM di Bungaraya

SIAK (VOKALONLINE.COM)_ Komisi III DPRD Siak panggil  PT TKWL (Teguh Karsa Wana Lestari) yang berada di kampung Buantan Besar Kecamatan Siak Kabupaten Siak, terkait jalan rusak yang di lewati mobil pengangkut sawit jaraknya aekitar 1,8 Km. 

Dalam hearing tersebut, hearing dipimpjn oleh ketua Komisi III  Zulkifli S.Sos MSi, turut hadir Dinas PUPR Siak, Dinas 

Perhubungan, Satpol PP, Camat Bungaraya, Kampung Jayapura, Kampung Buantan Lestari dan Kampung Jatibaru. Pemanggilan terkait jalan yang rusak akibat aktivitas perusahaan.

Kadis PUPR Siak Irving Kahar mengatakan, jalan yang rusak sepanjang 1,8 kilometer merupakan penghubung antara Jayapura dan Buantan Lestari. Kini jala itu rusak akibat dilalui mobil overload melebihi kapasitas yang bekerja sama dengan perusahaan PT TKWL.

Kata Irving, pihaknya selalu mendapat kabar miring. Terkesan PU tidak serius memperbaiki jalan yang selalu rusak. Seharusnya ini tanggungjawab PT. TKWL untuk memperbaiki jalan tersebut. Sebab jalan itu dibangun oleh Pemkab Siak, Bersumber dari masyarakat dan dikembalikan kepada masyarakat. Dulu pemerintah membangun dengan keadaan bagus. Sekarang rusak, hanya ditempel saja dengan semenisasi oleh TKWL, tidak sesuai dengan kendaraan yang melintasinya. 

Untuk membangun jalan yang bagus dibutuhkan dana sekitar Rp 4,5 M per satu kilometer. "Sementara, berapa ribu kilometer jalan di kabupaten Siak ini, itu yang kami kerjakan. Intinya perusahaan harus tanggung jawab. Kalo tidak diperbaiki, ya kita portal sajalah," kata Irving.

Senada itu, Rusmin, anggota dewan politisi Nasdem mengatakan hal serupa. Masa perusahan tidak mampu memperbaiki jalan masyarakat sepanjang 1,8 kilometer. Kita contoh di kampung Sungai Berbari, di situ juga ada perusahaan. Sekarang meraka memperbaiki jalan tersebut, bahkan dibeton. Bukan ditempel," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Kampung Jayapura Noerhadi budiono mengatakan sejauh ini pihaknya masih bertoleransi kepada pihak perusahaan agar ada itikad baiknya untuk memperbaiki jalan. Bahkan hearing ini sudah yang ketiga kalinya. "Kalau tidak dilakukan perbaikan, ya kita portal juga, menyetujui komentar kadis PU," jelasnya.

Senada itu, Sahri, selaku tokoh masyarakat Jayapura mengatakan TKWL sekarang tidak sama dengan yang terlebih dahulu setelah masa 

peralihan. Sama sekali nol. Warga tidak pernah mendapat bantuan dana CSR untuk masyarakat Jayapura. 

Perwakilan direksi PT. TKWL Sugiantoro menanggapi terkait jalan rusak. Pihak nya sudah berupaya memperbaiki jalan tersebut sesuai dengan kemampuan. Bahkan ia mengatakan dalam ruangan ini saya pribadi merasa bersalah seakan kami tidak berbuat beritikad baik dalam berkontribusi di jalan kampung Jayapura menuju Buantan Lestari.

Manager pabrik TKWL Sutono pihaknya sudah membantu dana CSR untuk kampung Buantan Lestari, salah satu contoh membagikan lembu kepada masyarakat. Itu dibenarkan oleh Sarno, kepala Kampung Buantan Lestari.

Ditanya terkait akses jalan akan dipasang portal, pihak TKWL meminta untuk dikaji ulang dulu. Sebab akan banyak pihak yang dirugikan. "Kita juga banyak masyarakat tempatan yang bergantung hidup dengan adanya perusahan. Salah satu SPTI bekerja sama dengan pihak kami. Di situ ada kurang lebih 200 orang yang tergabung di dalamnya merupakan masyarakat sekitar. Juga pedagang akan kena dampaknya kalo hal itu terjadi," jelasnya.

Selain itu, pihaknya meminta waktu sebulan untuk berkordinasi dengan managemen, juga mengenai mobil angkutan yang beroperasi melebihi kapasitas. "Kami akan sampaikan kepada pihak-pihak yang bekerja sama dengan perusahan TKWL," terangnya.(sal)***


Anggota DPRD Siak Robi Cahyadi

"Jangan Takut Divaksin"

SIAK (VOKAL)- Dalam rangka program vaksin seluruh pejabat pelayanan anggota DPRD Siak Robi Cahyadi ikuti pemberian Vaksin kedua.  Bertempat di Rumah Sakit Tengku Rafian Siak. 

Robi Cahyadi menyampaikan kegiatan ini bagus dan sudah dilaksanakan yang ke dua kalinya. 

"Saya sudah diberi Vaksin yang kedua, untuk efek yang dirasakan tidak ada," katanya. 

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidam takut divaksin karena sudah banyak masyarakat yang melaksanakan Vaksin Covid-19. 

"Jangan takut, pemberian vaksin sudah mempunyai lebel halal dan sudah lama dilakukan, belum ada masalah," tegasnya.(sal)***



Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment