- Kasus ISPA di Meranti Capai 6.825 Kasus, Dinkes Minta Warga Waspadai Dampak Kabut Asap
- Cegah Masalah Hukum, Pemkab Meranti dan Kejari Ingatkan Kades Tertib Kelola Dana Desa
- Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
- Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI saat Bimteknas DPP PKS se-Indonesia
- Persiapan Capai 99 Persen, Kejuaraan Karate GDR Championship Siap Digelar di Pekanbaru
- Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
- DPRD Pekanbaru Dukung Pelebaran Jalan HR Subrantas,
- KNARA Adukan PT SBP ke Komnas HAM RI, Dugaan Perusakan Kebun dan Kriminalisasi Petani Disorot
- Saran untuk Kapolda Riau yang Baru; Untuk Dihormati Tegakkan Keadilan
- RAPP dan Masyarakat Perkuat Kebersamaan melalui Founders Day 2026
Dugaan Gratifikasi di Tengah Konflik Petani dan PT SBP, Kejari Inhu Mulai Periksa Saksi Pelapor

Dua saksi pelapor Saddam Ikhsan Firdaus dan Ali Amsar Siregar
Inhu, VokalOnline.Com – Laporan yang diajukan dua aktivis, Ali Amsar Siregar dan Saddam Ikhsan Firdaus tentang gratifikasi 3 Kepala Desa (Kades) dan 1 Lurah di Kecamatan Rengat pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hulu-Riau, memasuki tahap pemeriksaan saksi.
Dua saksi pelapor Ali Amsar Siregar dan Saddam Ikhsan Firdaus Minggu (9/8/2026) mengaku mendapatkan undangan via pesan WhatsApp dari salah satu Jaksa atas nama Dwi kepada saksi pelapor gratifikasi 3 Kepala Desa (Kades) dan 1 Lurah yang dijadwalkan pemeriksaan saksi Senin (10/8/2026).
"Kami sebagai saksi pelapor akan memberikan keterangan serta menyerahkan petunjuk atau alat bukti awal terhadap gratifikasi 3 Kades dan 1 Luruh," kata Ali Amsar.
Dugaan aliran dana di balik perubahan sikap sejumlah aparatur desa dalam konflik antara petani di Sungai Raya dengan pihak PT Sinar Belilas Perkasa (PT SBP) sebagai pihak yang mengaku punya hak terhadap kebun PT Alam Sari Lestari (Pailit).
Nama terlapor tersebut antara lain Kepala Desa Sungai Raya Erwanto, Pj Kepala Desa Talang Jerinjing Muhammad Aldo Geni Pratama, Kepala Desa Payarumbai Muksin, serta Lurah Sekip Hilir Hafiz Endra Asfa.
Ali Amsar menyebutkan, laporan yang mereka sampaikan telah dilengkapi kronologi serta dugaan skema dan modus yang menurut mereka perlu diuji melalui proses hukum untuk memastikan pemerintah di tingkat desa dan kelurahan harus memiliki integritas.
Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Inhu, Leonard Sarimonang Simalango SH, MH, memastikan laporan tersebut telah diterima dan ditindaklanjutinya.
"Baik pak, laporan sudah kita terima, sedang ditindaklanjuti," ujar Leonard kepada wartawan melalui WhatsApp, Senin (3/8/2026) kemarin.
Leonard mengatakan, proses awal akan dilakukan dengan menggali keterangan dari pihak pelapor sebelum penyidik melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang dilaporkan.
"Kita dalami keterangan dari pelapor, sebelum memeriksa seluruh terlapor," katanya.
Pelapor mempersoalkan keberadaan HGU Nomor 1 Tahun 2007 semula milik PT ASL. Mereka menyebut berdasarkan dokumen yang dijadikan dasar laporan, areal operasional PT SBP eks PT Alam Sari Lestari berada di Desa Talang Jerinjing, Desa Payarumbai dan Rawa Sekip.
Sementara itu, nama Desa Sungai Raya maupun Kelurahan Sekip Hilir, menurut pelapor, tidak tercantum dalam dokumen HGU, risalah Panitia B Pengadaan Tanah, surat ukur maupun rekomendasi bebas garapan yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Inhu.
Persoalan agraria tersebut disebut masih menjadi perhatian Panitia Khusus (Pansus) Penyelesaian Sengketa Pertanahan DPR RI.
3 Kades dan 1 Lurah pendukung petani berbalik arah, setelah adanya gratifikasi Ali Amsar dan Saddam melaporkan aparatur yang sebelumnya mendukung perjuangan petani, namun kemudian berubah sikap dan memberikan dukungan kepada pihak perusahaan PT SBP.
Sorotan berikutnya mengarah kepada keberadaan Forum Tiga Desa Satu Kelurahan yang disebut diketuai Zaudi Alamsyah tercatat sebagai warga Desa Paya Rumbai Kecamatan Seberda.
Menurut pelapor, forum tersebut diduga dibentuk untuk mendukung kepentingan perusahaan. Mereka juga mempertanyakan posisi hukum forum tersebut terhadap objek HGU yang tengah disengketakan.
"Kami meminta Kejaksaan Inhu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pihak-pihak yang kami laporkan. Seluruh dugaan yang kami sampaikan telah kami tuangkan dalam laporan resmi,” ujar Ali Amsar. **Vol/tim
Berita Terkait :
- Polisi Tembak Penampung Narkoba dari Malaysia di Bengkalis0
- Kompol YC Inisiator Pembeli Sabu Untuk Temannya0
- Kepala BPKAD Kuansing Bebas Dari Status Tersangka Korupsi0
- Kompol YC Hisap Sabu di Belakang Rumah Dinas Wakil Gubernur Riau0
- Polda Riau Bongkar Penambangan Ilegal di Hutan Produksi Rokan Hilir0
_Black11.png)








