- 6 Malam Tidur di Lokasi Karhutla, Kapolres Meranti AKBP Gede Adi Padamkan Api Hingga Dini Hari
- PETI Kembali Marak di Sungai Bawang F5, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
- Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
- Hendry Munief Dorong Hilirisasi Industri Kopi Nasional, Liberika Meranti Jadi Sorotan
- Karmila Sari Dorong Percepatan Revitalisasi Sekolah di Riau
- Pemkab Meranti Dorong Produk Unggulan UMKM Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026
- Pelindo Investasi Tingkatkan Akses Terminal Tanjung Harapan, Jalan 169,5 Meter Ditambah Elevasinya
- 36 Mahasiswa ITS Meranti Diwisuda, Pemda Ajak Ikut Membangun Daerah
- Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tabrakan Dua Speedboat di Perairan Sialang Pasung
- Konferensi Pers di Tengah Karhutla 85 Hektare, Polres Meranti Tetapkan Satu Tersangka
Syarwan Hamid Meninggal Dunia, Gubernur Riau Berduka

Mantan Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Menteri Dalam Negeri era Presiden BJ Habibie, Letnan Jenderal (purn) Syarwan Hamid tutup usia. Pria kelahiran 10 November 1943 di Desa Pusaka, Kabupaten Siak, Riau itu meninggal di Jakarta.
Kabar meninggalnya Syarwan Hamid beredar di pesan berantai Whatsapp sejak Kamis dini hari, 25 Maret 2021. Gubernur Riau Syamsuar mengucapkan duka mendalam atas kepergian tokoh Melayu ini.
"Kami sekeluarga, baik atas nama pribadi ataupun Pemerintah Provinsi Riau dan masyarakat turut berduka cita atas berpulang ke rahmatullah Letjen Purn H Syarwan Hamid," terang Syamsuar, Kamis.
Syamsuar menyebut almarhum memiliki banyak jasa, baik bagi negara ataupun Bumi Lancang Kuning. Terutama dalam otonomi daerah dengan pemekaran sejumlah daerah.
"Termasuk pemekaran Kepulauan Riau dari Provinsi Riau, semoga ditempatkan dalam tempat yangg terbaik di sisi Allah SWT," sebut Syamsuar.
Semasa hidupnya, selain menjadi Menteri Dalam Negeri, Syarwan Hamid pernah menjadi Wakil Ketua MPR hasil pemilihan umum pada 1997. Setelah BJ Habibie jadi Presiden, dia diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri.
Saat menjadi Menteri Dalam Negeri, Syarwan Hamid punya peran besar dalam melahirkan Undang-Undang Otonomi Daerah. Indonesia yang awalnya merupakan negara sentralistik berubah menjadi desentralisasi.
Perannya mendobrak sentralisasi membuat pembangunan tidak hanya berpusat di Pulau Jawa saja. Otonomi Daerah membuat pembangunan mulai merata di lakukan di berbagai daerah.
Selama aktif di TNI, dulunya masih Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Sarwan memiliki karir mentereng. Jabatan terakhir di ABRI yang pernah dipangkunya adalah Kassospol.
Atas jasanya itu, Lembaga Adat Melayu Riau memberikan gelar Datuk Lela Setia Negara pada 26 November 2000. Gelar itu kemudian dilepas dan dikembalikan ke Lembaga Adat Melayu Riau karena tensi perpolitikan menjelang pemilihan presiden.
Sarwan keberatan Lembaga Adat Melayu Riau memberikan gelar adat kepada Presiden Joko Widodo yang mencalonkan diri lagi sebagai presiden pada tahun 2019. (syu)
Berita Terkait :
- Produk Nike Akan Sulit Ditemukan di Toko Sepatu0
- 10 Korban Tewas Diduga Tertidur Saat Kebakaran di Matraman 0
- Arbi Sanit Pengamat Politik Meninggal Dunia0
- Polisi Tembak Pelaku Pembacokan0
- Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Pijar 0
_Black11.png)









