- Tanaman Jagung di Dusun Pelangi Tumbuh Tak Merata, Polsek Keritang Siap Dampingi Petani
- Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
- Syahrul Aidi Apresiasi Putusan MK Soal Kuota Internet, Tegaskan Hak Konsumen Harus Dilindungi
- Peringati Hari Anak Nasional 2026
- Peringati Hari Anak Nasional 2026
- PT BNS: Masa Depan Anak Bergantung Pada Bumi yang Kita Jaga Hari Ini
- Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
- Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Banglas, Satresnarkoba Polres Meranti Amankan Barang Bukti
- Kolaborasi Dinkes dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- PT RAPP Dukung Peningkatan Kompetensi Bidan untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Riau
Syarwan Hamid Meninggal Dunia, Gubernur Riau Berduka

Mantan Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Menteri Dalam Negeri era Presiden BJ Habibie, Letnan Jenderal (purn) Syarwan Hamid tutup usia. Pria kelahiran 10 November 1943 di Desa Pusaka, Kabupaten Siak, Riau itu meninggal di Jakarta.
Kabar meninggalnya Syarwan Hamid beredar di pesan berantai Whatsapp sejak Kamis dini hari, 25 Maret 2021. Gubernur Riau Syamsuar mengucapkan duka mendalam atas kepergian tokoh Melayu ini.
"Kami sekeluarga, baik atas nama pribadi ataupun Pemerintah Provinsi Riau dan masyarakat turut berduka cita atas berpulang ke rahmatullah Letjen Purn H Syarwan Hamid," terang Syamsuar, Kamis.
Syamsuar menyebut almarhum memiliki banyak jasa, baik bagi negara ataupun Bumi Lancang Kuning. Terutama dalam otonomi daerah dengan pemekaran sejumlah daerah.
"Termasuk pemekaran Kepulauan Riau dari Provinsi Riau, semoga ditempatkan dalam tempat yangg terbaik di sisi Allah SWT," sebut Syamsuar.
Semasa hidupnya, selain menjadi Menteri Dalam Negeri, Syarwan Hamid pernah menjadi Wakil Ketua MPR hasil pemilihan umum pada 1997. Setelah BJ Habibie jadi Presiden, dia diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri.
Saat menjadi Menteri Dalam Negeri, Syarwan Hamid punya peran besar dalam melahirkan Undang-Undang Otonomi Daerah. Indonesia yang awalnya merupakan negara sentralistik berubah menjadi desentralisasi.
Perannya mendobrak sentralisasi membuat pembangunan tidak hanya berpusat di Pulau Jawa saja. Otonomi Daerah membuat pembangunan mulai merata di lakukan di berbagai daerah.
Selama aktif di TNI, dulunya masih Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Sarwan memiliki karir mentereng. Jabatan terakhir di ABRI yang pernah dipangkunya adalah Kassospol.
Atas jasanya itu, Lembaga Adat Melayu Riau memberikan gelar Datuk Lela Setia Negara pada 26 November 2000. Gelar itu kemudian dilepas dan dikembalikan ke Lembaga Adat Melayu Riau karena tensi perpolitikan menjelang pemilihan presiden.
Sarwan keberatan Lembaga Adat Melayu Riau memberikan gelar adat kepada Presiden Joko Widodo yang mencalonkan diri lagi sebagai presiden pada tahun 2019. (syu)
Berita Terkait :
- Produk Nike Akan Sulit Ditemukan di Toko Sepatu0
- 10 Korban Tewas Diduga Tertidur Saat Kebakaran di Matraman 0
- Arbi Sanit Pengamat Politik Meninggal Dunia0
- Polisi Tembak Pelaku Pembacokan0
- Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Pijar 0
_Black11.png)









