- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
Arbi Sanit Pengamat Politik Meninggal Dunia

Arbi Sanit Pengamat Politik Meninggal Dunia/Kompas.com
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Guru besar FISIP Universitas Indonesia Arbi Sanit dikabarkan meninggal dunia di RSCM Jakarta, Kamis (25/3). Arbi mengembuskan napas terakhir pada usia 81 tahun.
Ketua Pengurus Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengabarkan meninggalnya Arbi.
"Kamis, 25 Maret 2021 Mas Arbi Sanit mendahului kita, dipanggil pulang menghadap Allah SWT," kata Robikin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/3).
Dalam keterangannya, Robikin mengingat masa-masa Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) tahun 1996 dan 1997.
"Saat demokrasi dipasung, pers dikungkung dan suara rakyat tak dihitung. Tokoh berintegritas ini tak beringsut oleh godaan, tekanan dan ancaman. Saya percaya mas Arbi memilih masa depannya sendiri," ujar Robikin.
Arbi selama dikenal sebagai pengamat politik di Indonesia.
Selain itu, Arbi juga sempat menjadi dosen ilmu politik di Universitas Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka.
Arbi lahir di Painan, Sumatra Barat, 4 Juni 1939. Arbi merupakan alumnus FISIP UI pada 1969 dan melanjutkan program non gelar sistem politik Indonesia di Universitas Wisconsin Amerika Serikat.
Ia juga menerbitkan sejumlah buku yang terkenal di antaranya Sistem Politik Indonesia pada tahun 1981, Perwakilan Politik di Indonesia pada tahun 1985, dan Partai, Pemilu, dan Demokrasi pada 1997.
(dmi/pris)
Berita Terkait :
- Polisi Tembak Pelaku Pembacokan0
- Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Pijar 0
- Syarwan Hamid Mantan Mendagri Meninggal Dunia0
- Kepolisian Skotlandia Temukan Paket Mencurigakan di Rumah Ratu Elizabeth0
- Turki Mengecam tudingan Presiden Emmanuel Macron0
_Black11.png)









