- Dari Desa untuk Negeri, Polsek Kelayang Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Sambang Petani
- Bibit Sampai ke Panen, IPTU Andi Purba Kawal Jagung Teluk Sungka Bersama Warga
- Cabe Sungai Iliran Disambangi Aipda Andromik, Produktivitas Warga Jadi Fokus Polsek GAS
- Bhabinkamtibmas Desa Sungai Pasir Putih Tinjau Kesehatan dan Produktivitas Ternak Sapi Warga
- Dari Bibit ke Panen, Bhabinkamtibmas Tanjung Harapan Gasskan Program Cabe dan Selada
- Briptu Pirima Kawal Jeruk Kuala Gaung, Polsek GAS Pastikan Ketahanan Pangan Tumbuh Subur
- Pemkab Kuansing Undang Qari Internasional di Pembukaan MTQ Riau
- Sekretaris Dinas Kominfo Kuansing, Apresiasi Respons Komunikasi Antara TVRI dan Pemkab Terjalin Baik
- Jelang MTQ ke-44 Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Perbaiki Lampu Penerangan Jalan
- Pawai Budaya dan Islami Jadi Andalan Kuansing Sambut MTQ Riau ke 44 Libatkan 4 Ribu Unsur Masyarakat
Produk Nike Akan Sulit Ditemukan di Toko Sepatu

sepatunike(ceklist.id)
Vokalonline.com -Dilansir dari CNN Indonesia -- Merek perlengkapan olahraga ternama, Nike dipastikan akan semakin sulit ditemukan di gerai distributor atau pengecer. Perusahaan mengaku memang sengaja melakukan strategi tersebut.
Melansir CNN, Kamis (25/3), Nike ingin pelanggan membeli lebih banyak sepatu, pakaian, dan perlengkapan olahraga lainnya di gerai resmi Nike, Nike.com, aplikasi, dan grup distributor yang lebih terbatas seperti Dick's Sporting Goods (DKS) dan Foot Locker (FL).
Dalam beberapa tahun terakhir, Nike telah memangkas jumlah pengecer tradisional yang menjual barang-barangnya. Secara perlahan, Nike bergeser untuk tumbuh secara langsung lewat saluran penjualannya sendiri, terutama secara online. Perusahaan juga mengakhiri kemitraan penjualan di Amazon pada 2019 lalu.
Keputusan itu tentunya mempengaruhi pengecer besar dan kecil. Pola penjualan itu merupakan perubahan dari strategi pemasaran pada dekade awal kelahiran Nike.
Padahal, distributor sepatu kecil merupakan kunci menumbuhkan popularitas Nike di masa-masa awal berdirinya perusahaan. Ketika itu, orang justru mengetahui rilis sepatu baru Nike setelah mengunjungi gerai lokal.
Namun, perusahaan asal Oregon, AS itu mengatakan mampu menghasilkan keuntungan lebih dari dua kali lipat lewat penjualan melalui situs website dan toko resminya daripada melalui mitra.
Selain itu, Nike juga dapat mengontrol pengalaman belanja karena produknya dikirim langsung ke konsumen. Nike ingin memastikan barang dagangannya dipamerkan kepada pelanggan dengan cara yang menarik dan mencegah diskon produk terlalu banyak.
Pada September lalu, Ed Shaen, seorang pemilik toko sepatu atletik di Bellmawr, New Jersey bernama Sneakin 'In mengaku telah menerima surat dari Nike. Ia mengatakan Nike menyampaikan bahwa akunnya akan ditutup setelah 37 tahun bermitra.
(ulf/agt)
Berita Terkait :
- 10 Korban Tewas Diduga Tertidur Saat Kebakaran di Matraman 0
- Arbi Sanit Pengamat Politik Meninggal Dunia0
- Polisi Tembak Pelaku Pembacokan0
- Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Pijar 0
- Syarwan Hamid Mantan Mendagri Meninggal Dunia0
_Black11.png)









