- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
Produk Nike Akan Sulit Ditemukan di Toko Sepatu

sepatunike(ceklist.id)
Vokalonline.com -Dilansir dari CNN Indonesia -- Merek perlengkapan olahraga ternama, Nike dipastikan akan semakin sulit ditemukan di gerai distributor atau pengecer. Perusahaan mengaku memang sengaja melakukan strategi tersebut.
Melansir CNN, Kamis (25/3), Nike ingin pelanggan membeli lebih banyak sepatu, pakaian, dan perlengkapan olahraga lainnya di gerai resmi Nike, Nike.com, aplikasi, dan grup distributor yang lebih terbatas seperti Dick's Sporting Goods (DKS) dan Foot Locker (FL).
Dalam beberapa tahun terakhir, Nike telah memangkas jumlah pengecer tradisional yang menjual barang-barangnya. Secara perlahan, Nike bergeser untuk tumbuh secara langsung lewat saluran penjualannya sendiri, terutama secara online. Perusahaan juga mengakhiri kemitraan penjualan di Amazon pada 2019 lalu.
Keputusan itu tentunya mempengaruhi pengecer besar dan kecil. Pola penjualan itu merupakan perubahan dari strategi pemasaran pada dekade awal kelahiran Nike.
Padahal, distributor sepatu kecil merupakan kunci menumbuhkan popularitas Nike di masa-masa awal berdirinya perusahaan. Ketika itu, orang justru mengetahui rilis sepatu baru Nike setelah mengunjungi gerai lokal.
Namun, perusahaan asal Oregon, AS itu mengatakan mampu menghasilkan keuntungan lebih dari dua kali lipat lewat penjualan melalui situs website dan toko resminya daripada melalui mitra.
Selain itu, Nike juga dapat mengontrol pengalaman belanja karena produknya dikirim langsung ke konsumen. Nike ingin memastikan barang dagangannya dipamerkan kepada pelanggan dengan cara yang menarik dan mencegah diskon produk terlalu banyak.
Pada September lalu, Ed Shaen, seorang pemilik toko sepatu atletik di Bellmawr, New Jersey bernama Sneakin 'In mengaku telah menerima surat dari Nike. Ia mengatakan Nike menyampaikan bahwa akunnya akan ditutup setelah 37 tahun bermitra.
(ulf/agt)
Berita Terkait :
- 10 Korban Tewas Diduga Tertidur Saat Kebakaran di Matraman 0
- Arbi Sanit Pengamat Politik Meninggal Dunia0
- Polisi Tembak Pelaku Pembacokan0
- Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Pijar 0
- Syarwan Hamid Mantan Mendagri Meninggal Dunia0
_Black11.png)









