- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
Alat Berat Sitaan Dishut di Mentulik Tiba-tiba Lenyap
Tokoh Pemuda Curiga Ada Permainan

Ilustrasi. IST
Kampar, VokalOnline.Com - Ninik Mamak dan masyarakat Desa Mentulik, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kampar, merasa curiga dengan hilangnya satu unit alat berat jenis eskavator yang sekitar 3 bulan lalu disita oleh Dinas Kehutanan Provinsi Riau.
Eskavator tersebut, menurut Jufriadi, Tokoh Pemuda Desa Mentulik, disita lantaran dipakai untuk membuka kawasan hutan yang oleh masyarakat dikenal dengan sebutan Kuala Kasai.
Kawasan Kuala Kasai, merupakan kawasan hutan yang berada persis di Desa Mentulik dan hanya dibatasi oleh Sungai Kampar tersebut, diduga akan dibuka oleh beberapa orang oknum masyarakat Desa Mentulik untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit.
Kejadiannya sekitar empat bulan lalu, dimana Ninik Mamak dan masyarakat Mentulik mencoba menghentikan pembukaan kawasan hutan tersebut.
Awalnya, larangan dari Ninik Mamak Mentulik tidak ditanggapi. Menurut Jufri, oknum-oknum tersebut sudah berhasil membuka kawasan hutan seluas 21 hektar dengan jalan sepanjang 800 meter.
"Dengan menggunakan empat alat berat, mereka sudah berhasil membuka kawasan hutan seluas 21 hektar berikut jalan sepanjang 800 meter dengan lebar lebih kurang 18 meter," tegas Jufri.
Berkat kegigihan Ninik Mamak dan masyarakat, usaha pembukaan kawasan hutan tersebut berhasil digagalkan. Setelah membuat laporan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan Provinsi Riau segera turun ke lapangan.
Berselang beberapa waktu, kembali turun tim gabungan dan berhasil menyita satu unit alat berat jenis eskavator. Sementara tiga unit alat berat lainnya sepertinya sudah ditarik entah kemana.
Alat berat sitaan itu, sekitar dua bulan lalu masih berada di lokasi kejadian. Ini membuat Jufri curiga, karena ada info alat berat itu dipinjampakaikan kepada seseorang.
Alat berat itu, kata Jufri, bukannya ditarik ke KPH Dinas Kehutanan untuk dijadikan alat bukti untuk menindaklanjuti kasus pengrusakan kawasan hutan.
"Alat berat itu malah dipinjampakaikan. Kita sudah mendapat Informasi alat itu punya siapa dan akan segera kita telusuri kebenarannya," kata Jufri.
Selain itu, kata Jufri, masyarakat juga menaruh rasa curiga besar terhadap upaya pembukaan lahan di kawasan hutan itu.
"Kemungkinan besar upaya pembukaan lahan tersebut dimodali oleh seseorang bekerjasama oknum-oknum masyarakat Mentulik," tegas Jufri.
Jufri sangat mendorong agar aparat keamanan serta dinas terkait mempunyai niat baik untuk menelusuri dan menuntaskan pelanggaran yang sudah dilakukan.
"Ninik Mamak serta masyarakat Desa Mentulik juga tidak akan tinggal diam dengan masalah ini, apalagi sudah jatuh korban akibat perkelahian buntut dari upaya pelarangan pembukaan lahan di kawasan hutan tersebut," tegas Jufri.***
Berita Terkait :
- Saksi Sebut Penyerang Rumah Karyawan PT Langgam Suruhan Ketua Kopsa-M0
- Pemangku Adat Tidak Merasa Diusir Dari Balai Adat LAMR0
- Mubeslub LAMR Disebabkan Tumpukan Masalah Kronis0
- Ditreskrimsus Polda Riau Tetapkan Arif Budiman Tersangka Dugaan Korupsi 7,2 m di Bank BJB Pekanbaru0
- Syahril Abubakar Tidak Bisa Mem-PLT Kan Pengurus DPH dan MKA LAMR Kabupaten dan Kota0
_Black11.png)









