- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Oktober 2026, JMSI Riau Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
- Karmila Sari Dorong Sekolah Garuda Cetak Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas
- Cabor Karate Dumai Tegaskan Tidak Dukung Aci sebagai Calon Ketua KONI
- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
Anggota JMSI Diminta Kawal Ketat Agenda Pemilu 2024

JAKARTA, VokalOnline.Com — Perusahaan anggota Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) diajak untuk ikut mengawal proses pergantian kekuatan melalui pemilihan umum yang berlangsung secara demokratis dan tepat waktu sesuai yang direncanakan yakni pada tahun 2024. Masyarakat pers nasional diimbau untuk mengingatkan pihak-pihak yang ingin menunda pelaksanaan pemilu, maupun yang ingin mempercepat proses pergantian kekuasaan sebelum waktu yang ditentukan.
Demikian antara lain pesan yang disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa saat memberikan sambutan dalam pelantikan Pengurus Cabang JMSI Kabupaten Pelalawan, Riau, di Orchardz Hotel Industri, Jakarta Pusat, Kamis (1/12).
Teguh mengingatkan, masyarakat pers nasional merupakan salah satu pilar penopang demokrasi yang telah disepakati seluruh anak bangsa sebagai sistem politik yang berlaku dalam mengatur kehidupan bangsa dan negara Indonesia.
“Anggota JMSI harus ikut mengawal agar di tahun 2024 memang terjadi pemilihan umum dan pemilihan presiden. Kita harus ikut mengingatkan pihak-pihak yang ingin menggeser agenda pergantian kekuasaan di tahun 2024, baik yang ingin menyelubungi 2024, maupun yang ingin menggesernya ke entah tahun kapan,” ujar Teguh Santosa.
“Kita tetap saja dalam situasi seperti ini menghormati kepercayaan bersama untuk pergantian kekuatan di tahun 2024 melalui pemilihan umum yang kredibel,” sambungnya menerima tepuk tangan tamu dan undangan yang menghadiri pelantikan JMSI Pelalawan itu.
Dalam sambutannya, Teguh juga merasakan penyebaran kebencian dan kabar bohong di platform digital yang dikhawatirkan akan semakin marak di tahun-tahun politik.
Menurut mantan anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat ini, masyarakat pers nasional memiliki peran besar dalam menghadapi ulah pihak-pihak yang ingin memecah belah dengan menyebarkan akan dua jenis informasi kontraproduktif itu.
Ulah buzzer, demikian penyebar ujaran kebencian dan hoax yang akhir-akhir ini sering disebut, dapat dipatahkan dengan kinerja masyarakat pers yang profesional.
“Kabar bohong dan kebencian tidak berdampak besar manakala karya pers yang baik lebih mendominasi (platform digital),” ujar Teguh.
Teguh perkiraan peran buzzerRp di tahun-tahun politik akan semakin melemah bahkan kelompok ini sebenarnya sedang mengasingkan diri sendiri dan membuat masyarakat semakin muak dengan kelakuan mereka. []
Berita Terkait :
- Disaksikan Ketua Umum, Pengurus JMSI Pelalawan Resmi Dilantik0
- Kenapa PM Anwar Ibrahim Sulit Bentuk Kabinet Pemerintahan Malaysia?0
- MbS Disebut Ancam Perkosa Keluarga Eks Putra Mahkota Saudi0
- Pengacara Brigadir J: Sosok Wanita Menangis Terkait Motif Penembakan0
- Tatang Si Bangor Murka Sebar Amplop ke Tiap RW Tapi Gagal Pimpin LPM0
_Black11.png)









