- Bupati Asmar Buka Festival Lari di Atas Tual Sagu, Tradisi Unik Meranti Didorong Jadi Potensi Budaya
- Syahrul Aidi Apresiasi Walkout Indonesia Saat Netanyahu Hadir di Sidang Umum PBB
- Hendry Munief Dukung Pembentukan Politeknik Teknologi Modern Indonesia di Riau
- Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
- PT Mahakarya Kayu Indah Buka Kemitraan
- Panitia Matangkan Persiapan Sirkuit FORKI Riau Open Karate Kid Serie 3
- Teguh Santosa: JMSI Dukung Penuh HPN 2027
- Komisi VII DPR RI Soroti Efisiensi dan Dampak Ekonomi Kawasan Industri
- Hanya Pakai BPJS RS Zainab Selamatkan Nyawa Keluarga Besar JMSI Riau
- Air Mata Haru di Tanah Suci, Perhatian dari Pemko Pekanbaru untuk Jemaah Haji
Anggota Komisi XIII DPR RI Kunjungi Lapas Kelas IIA Tembilahan

Tembilahan, VokalOnline.Com - 22 Oktober 2025 Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tembilahan menyambut hangat kunjungan kerja dari anggota Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Fraksi PKB, H. Mafirion, pada Rabu (22/10) siang. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dr. Sahardjo Lapas Tembilahan ini dimulai pukul 14.00 hingga 15.00 WIB dan diikuti oleh jajaran pegawai serta pejabat struktural.
Dalam arahannya, Mafirion yang merupakan Anggota Komisi XIII yang membidangi urusan hukum, hak asasi manusia, dan keamanan ini menekankan pentingnya sinergi serta chain of command dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, setiap tindakan dan kebijakan yang diambil oleh petugas pemasyarakatan harus berada dalam koridor komando yang jelas serta diketahui oleh pimpinan. Ia juga menyoroti pentingnya etika dan pergaulan seorang aparatur negara di tengah masyarakat sebagai cerminan kualitas pelayanan dan pembinaan yang dilakukan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Menariknya, Mafirion menutup sesi penguatan tersebut dengan pesan reflektif. Ia menyampaikan sebuah pepatah tentang tiga momen penting dalam hidup yang perlu dikunjungi: teman yang sedang sakit, teman yang sedang menghadapi masalah—dalam hal ini para warga binaan yang tengah menjalani masa pidana—dan teman yang telah berpulang lebih dahulu. “Petugas pemasyarakatan adalah pribadi yang mulia karena berhadapan dengan orang-orang yang sedang berjuang memperbaiki diri,” ujarnya penuh makna.
Dalam kesempatan itu, Mafirion juga mengenang masa kecilnya di Pulau Kijang, Indragiri Hilir. Ia bercerita tentang pengalamannya membantu mengajar di sekolah dan bagaimana hal itu membentuk pandangannya tentang pentingnya kesabaran dalam membimbing dan membina manusia yang memiliki karakter berbeda-beda. “Profesi petugas pemasyarakatan adalah panggilan jiwa. Tidak semua orang mampu melakukannya dengan hati. Karena itu, jadikan pekerjaan ini sebagai ladang pengabdian,” pesannya. (adw)
Berita Terkait :
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
- Musrenbang RKPD Kampar 2021 Berjalan Sukses0
- Teller Bank Ini Bobol Rekening Tiga Nasabah Rp1,3 Miliar0
- Saksi Sebut PT Wijaya Karya Sudah Disetting Untuk Menang0
- Komunitas Paslaku Kenalkan Potensi Wisata Riau0
_Black11.png)









