- Diduga Kebakaran di SPBU Harapan Jaya Pekanbaru Jadi Sorotan, Penyebab Masih Diselidiki
- PLN UID Riau dan Kepulauan Riau Sukses Amankan Keandalan Listrik Riau Bhayangkara Run 2026
- Bhabinkamtibmas Pengalihan Ajak Warga Kembangkan Budidaya Ikan Untuk Ekonomi Keluarga
- PDC Perkuat Budaya Keselamatan untuk Dukung Operasi yang Andal dan Berkelanjutan
- Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Hadiri Riau Bhayangkara Run 2026, Gaungkan Green Policing
- Tanam Serempak OPLAH 2025, Siak Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan Nasional
- Dongkrak Omzet UMKM dan Dorong Literasi, PEP Lirik Hadirkan Mitra UMKM dan LILAC dalam AMK Fest 2026
- Dukung Swasembada Pangan Nasional Polsek Merbau Sembang Petani Cabe
- MAN 1 Kepulauan Meranti Terima Perserta Didik,Baru Cerdaskan Anak Bangsa Lewat Program Matamuda
- Disambut Meriah dengan Tradisi Melayu,AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita Resmi Tiba di Kepulauan Meranti
Anies Jawab Kekhawatiran Politik Identitas Usai Hadir di Ijtima Ulama

Jakarta, VokalOnline.Com - Calon presiden nomor urut satu Anies Baswedan menjawab kekhawatiran politik identitas usai hadir di forum ijtima ulama yang digelar GNPF Ulama hingga PA 212 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, akhir pekan lalu.
Anies menegaskan banyak berjumpa dengan berbagai kelompok dari beragam latar belakang. Menurutnya, tiap warga punya hak yang sama untuk menyampaikan aspirasi kepada tiap pasangan capres-cawapres.
"Seperti juga sekarang, saya berjumpa dengan semua kelompok dari mulai kelompok agama, agama apa saja, kelompok profesi, kelompok profesi apa saja, dari mulai kelompok etnis, etnis apa saja. Saya menempatkan mereka semuanya sebagai warga negara Indonesia yang punya hak yang sama di hadapan para calon," kata Anies di acara Indonesia Milenial and Gen Z Summit di Senayan Park, Jakarta, Jumat (24/11).
Anies bercerita ketika mengikuti Pilkada 2017 lalu mendapatkan dukungan dari berbagai unsur masyarakat yang berasal dari lintas agama, lintas etnis, lintas kelompok, dan lintas profesi.
Ia pun menyatakan saat bertugas di Jakarta membuat kebijakan dengan merujuk prinsip keadilan, kepentingan publik, dan aturan undang-undang.
"Bukan kebijakan berdasarkan aspirasi satu dua kelompok. Silakan dicek saja di Jakarta kemarin," kata dia.
Anies lantas menyoroti negara tidak mau memberikan kesempatan yang sama bagi kelompok-kelompok tertentu seakan bukan warga Indonesia. Sementara di sisi lain terdapat kelompok yang sangat diterima. Baginya, cara berpikir demikian yang membuat negara tidak lagi adil.
"Kok yang lain-lain diterima? Ada satu dua kelompok yang tidak akan pernah diterima, memang dia enggak warga Indonesia dan nggak punya kesempatan? Dan ketika mereka meminta sesuatu, apapun kelompoknya, tanyakan ini sejalan tidak dengan prinsip UUD 1945, sejalan enggak dengan prinsip konstitusi kita?" kata dia.
Forum Ijtima Ulama telah merekomendasikan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar untuk didukung di Pilpres 2024. Saat ini, Anies-Muhaimin diusung PKB, PKS, dan NasDem.(fit)**
Berita Terkait :
- Jokowi: Jangan Sampai Kemajuan Sia-sia karena Salah Pilih Pemimpin0
- Respons Prabowo Saat Ditanya Menteri Pendidikan dari Muhammadiyah0
- Pemkab Meranti Tandatangani Nota Kesepakatan dengan Ombudsman RI0
- Putin Soal Gencatan Senjata Israel-Hamas: Langkah yang Benar0
- PM Saudi Pangeran MbS Serukan Dunia Boikot Senjata ke Israel0
_Black11.png)









