- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
Anies Sindir PBB DKI Pernah Naik 500 Persen: Tak Usah Disebut Tahunnya

Ilustrasi. Anies menyinggung soal harga tanah di Jakarta yang kian mahal juga tidak bisa ditambah.
Jakarta, VokalOnline.Com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Jakarta sempat naik hingga 500 persen pada periode gubernur sebelumnya.
Hal itu disampaikan Anies saat menjadi penceramah tarawih di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, DIY, Kamis (7/4) malam.
Dalam ceramahnya, Anies juga menyinggung soal harga tanah di Jakarta yang kian mahal juga tidak bisa ditambah.dilansir dari cnn indonesia
"Tanah di Jakarta itu segitu aja. Apa yang terjadi? Ada satu periode di mana PBB di Jakarta naik 500 persen artinya 5 kali lipat," kata Anies dalam ceramahnya yang bertema 'Menjadi Manusia Bernilai Menyongsong Indonesia Memimpin Dunia 2045'
Anies menyebut kenaikan PBB 500 persen ini sama halnya dengan menerapkan kebijakan pemindahan warga tidak mampu ke luar wilayah Jakarta.
"Ini sudah terjadi beberapa waktu yang lalu, tidak udah disebut tahunnya," ucapnya.
Hal itu, disebutkan Anies berimbas pada banyaknya orang yang tergeser dari Jakarta. Kawasan kota yang dulunya penuh dengan tokoh-tokoh satu per satu menjual rumahnya, karena tidak mampu bayar pajak PBB.
Oleh karena itu, pada masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies membuat kebijakan bahwa PPB tidak boleh naik.
"Karena itu PBB selama ini tidak dinaikan," kata Anies.
Selain itu, Anies juga membebaskan pembayaran PBB bagi orang-orang yang berjasa pada NKRI.
"Guru, Dosen UGM kalau rumahnya Jakarta gratis PBB nya. Masalahnya rumahnya di Jogja jadi bayar PBB. Guru, dosen di Jakarta 0 PBB-nya. Keluarga pahlawan, keluarga dosen sampai tiga generasi 0 PBB," tuturnya.
Anies menyampaikan bahwa jangan sampai keluarga-keluarga pendiri Republik Indonesia terusir dari tanah yang mereka perjuangkan kemerdekaannya.
"Dan itu pesan yang sangat kuat Almarhum Pak Mubiarto dosen saya dan Prof. Lukman Sutrisno mereka orang-orang yang selalu menekankan pada masa-masa kuliah dulu betapa pentingnya menjaga itu," tuturnya.
Anies mengatakan dalam melaksanakan tugasnya sebagai Gubernur, ia selalu memegang apa yang kampusnya ajarkan terutama mengenai keadilan.
"Kampus ini mendidik kita untuk selalu bicara keadilan dan ketika saya bertugas di Jakarta itu yang saya pegang," ujarnya.
Sebelum menutup ceramahnya, Anies berharap agar mahasiswa bisa menggunakan kesempatan pembelajaran yang ada untuk bekal hari ini juga di masa mendatang. Karena mahasiswa memiliki dua peran, yakni peran kekinian dan peran masa depan.
"Mahasiswa tidak boleh berhenti kritis. Kalo mahasiswa tidak kritis makan dia sedang mematikan peran kekiniannya. Sambil menyiapkan masa depan karena kemudaannya punya masa depan. Mengkritik itu boleh-boleh saja. Itu hak Anda dan harus dimanfaatkan untuk menajamkan kepekaan persoalan di masyarakat," pungkasnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Muhadjir Prediksi Puncak Arus Mudik 2022 Terjadi hingga H+1 Lebaran0
- Terlilit Utang Rp5 Miliar Alasan Karyawan Bergaji Rp60 Juta Rampok BJB0
- Kemenag Minta Warga Tak Bagi Zakat Secara Massal0
- Luhut Manut Jokowi, Setop Bicara Penundaan Pemilu0
- Jakarta Jadi Provinsi Paling Banyak Varian Diwaspadai WHO0
_Black11.png)









