- Bawa Sabu 23,51 Gram, Pemuda Asal Bukit Lingkar Ditangkap Polsek Batang Cenaku
- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
Antispasi Lonjakan Harga, Wabup Husni Ingatkan Para Camat Pantau Harga Sembako di Pasar

Sabak Auh, VokalOnline.Com - Wakil Bupati Siak Husni Merza pimpin pelaksanaan Kegiatan Bujang Kampung, yang kali ini dilaksanakan di Kampung Bandar Sungai Kecamatan Sabak Auh, Jumat (22/3/2024).
"Alhamdulillah, hari ini kita dapat kembali melaksanakan kegiatan Bujang Kampung. Dan ini adalah kampung yang ke 102 dilaksanakannya kegiatan ini," kata Husni Merza ketika memulai rakor dengan penghulu se kecamatan Sabak Auh dan masyarakat Bandar Sungai.
Dalam rakor tersebut, Wakil Bupati Siak ini kembali menekankan persoalan inflasi, stunting dan miskin ekstrem.
Husni mengatakan bahwa komoditas yang selalu memicu inflasi adalah cabe merah dan bawang merah. Dan menjelang hari raya Idul Fitri ini ditambah lagi dengan kenaikan harga beras, telur dan daging ayam.
"Kami meminta pihak kecamatan dan kampung untuk ikut memantau harga bahan pokok di pasar dan komoditas lain. Jika terjadi hal tersebut laporkan kepada kami, maka kami akan melakukan sidak untuk mencari tahu penyebab lonjakan harga tersebut serta akan mencari solusi untuk menekan lonjakan tersebut," kata Husni.
Selanjutnya Husni juga menyampaikan persoalan stunting dan miskin ektrem yang targetnya harus bisa diselesaikan paling lambat akhir Desember 2024 ini.
"Ini berdasarkan instruksi Presiden bahwa persoalan stunting dan miskin ekstrem harus bisa diselesaikan pada akhir Desember ini," kata dia.
"Jika pada anak stunting tersebut ada penyakit bawaan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis dan ahli gizi sehingga penyakitnya bisa disembuhkan dan stunting bisa bisa diatasi", lanjutnya.
Pada kegiatan kali ini Wakil Bupati Siak juga menyerahkan secara simbolis KIA, bibit cabe, bibit ikan dan menanam pohon, serta menyempatkan untuk melihat proses pelayanan yang dilakukan oleh OPD yang ikut pada kegiatan Bujang Kampung kali ini.
Berita Terkait :
_Black11.png)









