- Erfan Panca Putra Terpilih Aklamasi Pimpin FAJI Riau Periode 2026–2030
- Sukses Bangun Sinergi Daerah, Hotli Maruli Sirait Terima Penghargaan Khusus Bergengsi JMSI Award 202
- Pasca Kebakaran di PT Pulau Sambu di Guntung, Kapolsek Kateman: Sudah Kondusif, Tak Ada yang Perlu D
- Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Menteri Agama atas Program Masjid Ramah Pemudik
- Bupati Siak Kritik Formula DBH Migas, Daerah Penghasil Dinilai Dirugikan
- Infrastruktur Rusak dan Kecelakaan Berulang, Warga Desak PT EPE Turut Bertanggung Jawab
- Pemkab Siak Nilai Formula DBH Migas Saat Ini Merugikan Daerah Penghasil
- Pemkab Siak Optimalkan Aset Daerah, Lahan Tidur Disulap Jadi Sentra Pangan
- Pemkab Siak Pastikan Tak Ada Anak Gagal Sekolah karena Kendala Administrasi
- Pemkab Siak Dorong Wakaf Produktif Lewat Pembangunan Rumah Singgah Kesehatan
ASITA Riau Harap PLT Gubernur Riau Bisa Realisasikan Bandara Udara Baru di Riau

Ketua umum ASITA Riau H . Dede Firmansyah
PEKANBARU, VokalOnline.Com - Wacana pemindahan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) 2 Pekanbaru kembali mencuat dan diharapkan dapat dilanjutkan pada masa kepemimpinan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto.
"Rencana pemindahan Bandara SSK II."
“Tentu kita sangat mendukung. Kota besar seperti Pekanbaru harus segera merealisasikan bandara baru agar tidak tertinggal dari daerah lain. Sumatera Utara, Jawa Barat, hingga Yogyakarta sudah lebih dulu memulai,” kata Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Riau, Dede Firmansyah, Senin (12/1).
Isu pemindahan bandara ini sejatinya telah lama bergulir sejak era Gubernur Riau Syamsuar, dengan alasan utama keterbatasan lahan yang membuat Bandara SSK II sulit dikembangkan.
Dede Firmansyah, menilai rencana tersebut sangat relevan dengan kebutuhan Provinsi Riau saat ini. Menurutnya, Pekanbaru sebagai kota besar sudah selayaknya memiliki bandara baru yang lebih representatif.
Beliau menjelaskan, tingginya arus penerbangan di Pekanbaru menjadi salah satu indikator kuat bahwa Bandara SSK 2 sudah tidak lagi memadai.
Bandara baru dengan lahan yang lebih luas dinilai mampu menampung lebih banyak penumpang dan pesawat, sehingga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Riau ke depan.
“Dengan bandara baru yang luas, pesawat-pesawat besar, baik rute domestik maupun internasional, bisa mendarat. Antusias masyarakat Riau untuk umrah juga sangat tinggi. Semua maskapai, baik kecil maupun besar, bisa masuk. Bahkan embarkasi haji dapat dilakukan di bandara baru,” harapnya.
Dede juga menegaskan dukungannya agar rencana pemindahan bandara ini benar-benar diwujudkan pada masa kepemimpinan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. Pasalnya, proses pembangunan hingga pemindahan operasional bandara membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Beliau menilai, jika rancangan awal dari Pemerintah Provinsi Riau mendapat dukungan serta izin dari pemerintah pusat, maka proses pembangunan bisa dimulai lebih cepat. Dengan demikian, bandara baru berpeluang mulai beroperasi setelah masa kepemimpinan gubernur saat ini berakhir.
“Prosesnya cukup panjang, bisa dua sampai tiga tahun, bahkan hingga lima tahun. Kalau tidak dimulai sekarang, waktunya akan semakin molor,” jelasnya.
Baca juga: Evaluasi Rampung, Plt Gubri Pastikan APBD Riau 2026 Segera Jalan
Terkait investasi, Dede optimistis pemerintah provinsi memiliki peluang kerja sama dengan investor, termasuk dari luar negeri.
Beliau meyakini Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memiliki pengalaman dan jaringan yang memadai untuk merealisasikan rencana besar tersebut.(**)
Berita Terkait :
- Rekening Nasabah Beberapa Kali Dibobol, Sistem Keamanan Bank Riau Lemah?0
- Bank Riau Kepri Ganti Uang Rp1,3 Miliar Nasabah yang Dibobol, Uang dari Mana?0
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
- Heboh Beruang Masuk Desa di Siak, Sempat Melintasi Pasar0
- Mabes Polri Diserang, Terdengar Beberapa Kali Tembakan0
_Black11.png)









