- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
- Stand Pendaftaran PRB 2027 Resmi Dibuka: Langkah Awal Menuju Ajang Kompetisi Sains
- Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Meranti Beri 135 Teguran
- Sekda Meranti Buka Semarak Bulan Bahasa Sempena Sumpah Pemuda Lestarikan Budaya Melayu
- Karmila Sari Terima Penghargaan Alumni di Peringatan Dies Natalis ke-67 Untar
- Bupati Siak Afni Sandingkan Ketokohan Chadijah Ali dengan Tengku Agung Syarifah Latifah
- Syahrul Aidi Maazat Dorong Hasil Riset Kampus Jadi Acuan Kebijakan Pemerintah
- Sumpah Pemuda 2026 di Tembilahan, Iwan Taruna: Sinergi Pemda dan Pemuda Kunci Inhil Maju
- Sebanyak 183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
Bambang Pacul Yakin Jokowi Tahu Balas Budi: Mustahil Kudeta Megawati

Jakarta, VokalOnline.Com - Ketua DPP PDIP Bambang Pacul menilai Presiden Joko Widodo tak mungkin menjadi Ketua Umum PDIP menggantikan Megawati Soekarnoputri.
Menurutnya, orang yang menggulirkan wacana itu tidak mengerti Jokowi dan Megawati.
"Orang tak paham alam pikirannya Pak Jokowi, alam pikirannya Ibu Ketua Umum, dan kultur Jawa. Tidak mungkin Pak Jokowi, nggak mungkin lah," ucap Bambang Pacul dalam acara Adu Perspektif bertema "Gonjang-Ganjing Peringatan Gegara Pencapresan", mengutip detikcom, Rabu (2/11).
Menurutnya, Jokowi dibesarkan oleh PDIP dan Megawati. Karena itu, lanjutnya, tak mungkin Jokowi mengkudeta Megawati dari posisi Ketum PDIP,dilansir dari cnn indonesia
"Teori dari mana? Mana ada air susu dibalas dengan air tuba. Pak Jokowi itu dibesarkan oleh PDI Perjuangan, oleh Ibu Ketum. Putranya pun masuk PDI Perjuangan dan jadi wali kota," katanya.
"(Jokowi) Dikawal dari wali kota, gubernur, presiden oleh PDIP atas keputusan Ibu Ketum. Kemudian akan mengambil alih Ibu Ketum? Itu enggak paham kultur. Pak Jokowi tahu balas budi," imbuhnya.
Pakar komunikasi politik Effendi Gazali bertanya siapa yang menghembuskan wacana tersebut. Bambang Pacul menyebut orang yang menghembuskan itu punya kepentingan.
"Kayak gitu ditanggapi oleh kawan-kawan. Dianggap ada kudeta, ada tagar kudeta. Ini mohon izin lah, itu kan gini-gini aja (menggesek jempol di jari telunjuk yang dilipat)," kata Bambang Pacul.
Bambang Pacul pun sepakat dengan Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun bahwa ada upaya adu domba.
Sebelumnya, Koordinator Nasional Koalisi Aktivis dan Milenial Indonesia untuk Ganjar Pranowo (Kami-Ganjar) Joko Priyoski meminta maaf atas polemik usulan Jokowi menjadi Ketua Umum PDIP tahun 2024.
Dia menjelaskan usulan itu sekadar harapannya terhadap dinamika politik Indonesia beberapa tahun ke depan. Namun, ia merasa banyak pihak salah paham mengenai usulan itu.
"Saya heran bahasa mendoakan itu kenapa jadi ramai jadi bikin saya bingung apa yang salah dari sebuah doa dan malah dianggap adu domba atau relawan siluman?" kata Joko kepada CNNIndonesia.com, Senin (31/10).
"Jika kemudian mendoakan hal tersebut dianggap salah, saya minta maaf," ucapnya.
Joko menyampaikan usulan itu bukan upaya mengintervensi PDIP. Menurutnya, gagasan itu hanya mendoakan hal terbaik bagi Jokowi setelah selesai tugas sebagai presiden.
Dia menambahkan usulan agar Jokowi menjadi Ketua Umum PDIP hanya bentuk dukungan terhadap suksesi kepemimpinan nasional. Ia menilai jabatan itu bisa mempermudah Jokowi memastikan warisan pemerintahannya dijalankan oleh Ganjar pada 2024.**Syafira
Berita Terkait :
- Rudal Antarbenua Korut Terbang 760 Km sebelum Jatuh ke Laut Jepang0
- Covid Naik Imbas Subvarian XBB, Malaysia Minta Warga Pakai Masker Lagi0
- IDI Orang yang Belum Pernah Covid-19 Lebih Berisiko Terpapar XBB0
- Kemendagri Kembalikan Permohonan Anies Cabut Pergub Penggusuran Ahok0
- Suku Bunga The Fed Tekuk Rupiah Berlutut Nyaris ke Rp15.7000
_Black11.png)









