- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
Banjir Bandang di Filipina, 13 Orang Tewas

Banjir bandang di Filipina tewaskan 13 orang.
Jakarta, VokalOnline.Com - Korban tewas imbas banjir di selatan Filipina bertambah menjadi 13 orang dan 23 masih dalam pencarian, Selasa (27/12).Otoritas penanggulangan bencana Filipina melaporkan mayoritas korban tewas tenggelam dalam banjir tersebut.Sejumlah gambar di media sosial menunjukkan coast guard, polisi dan petugas pemadam kebakaran mengarungi banjir setinggi pinggang dan mengevakuasi warga di sepanjang daerah yang dilanda tanah longsor.Beberapa jalan juga tampak banjir oleh sungai yang meluap di dekat jalan itu. Salah satu warga Filipina, Robinson Lacre, menggambarkan banjir cukup parah."Air naik di atas dada (sekitar satu setengah meter) di beberapa daerah sehingga beberapa penduduk harus mengungsi, tetapi hari ini, hujan berhenti," ujar Lacre, seperti dikutip AFP.Kepala Badan Bencana Kota Clarin, Carmelito Heray, mengatakan operasi penyelamatan berlanjut dan tengah meninjau kerusakan di bidang pertanian.Wali kota Clarin Emeterio Roa memberikan rincian lebih lanjut soal dampak kerusakan imbas banjir."Kerusakan besar di sini adalah ternak karena babi, ayam, kambing, dan sapi dewasa mereka sekarang hilang," kata Roa.Filipina tengah dilanda banjir sejak Minggu (25/12). Akibat bencana itu, sebanyak 46 ribu orang di negara itu mengungsi. **Syafira
Berita Terkait :
- PBB Desak Taliban Setop Larangan Kerja Bagi Perempuan 0
- TikTok Terlarang di Semua Perangkat yang Dikelola DPR AS 0
- Pasukan Serbia Siap Tempur saat Konflik di Kosovo Memanas 0
- Tentara Rusia Melunak kala Pasukan Ukraina Makin Berontak 0
- UNHCR Bersyukur RI Tampung 233 Rohingya usai Terapung di Laut Sebulan0
_Black11.png)









