- Peringati Hari Mangrove Sedunia, Polres Inhil Bersama Forkopimda Tanam Bibit Mangrove
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perketat Kesiapan Latihan Operasi dan Satgas Pamtas RI–PNG
- RAPP Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Meranti, Dukung Gerakan Nasional Hari Mangrove Sedunia 2026
- Panaskan Mesin Partai, Ratusan Kader PAN Inhil Berkumpul, Satu Barisan untuk Kemajuan Daerah
- Kabar Baik Dunia Pendidikan, 95 Sekolah di Meranti Lolos Program Revitalisasi 2026
- BRK Syariah Permudah Layanan Pensiun ASN di Meranti, Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
- Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama
- Polres Meranti Bongkar Dua Kasus Peredaran Sabu dalam Sehari, Empat Diduga Pengedar Diamankan
- Kolaborasi Generasi Hijau, Polsek Enok dan Warga Jaga Pesisir Lewat Mangrove
- Peringati Hari Mangrove Sedunia, Polsek Keritang Bersama Forkopimcam Tanam Mangrove di Kotabaru Rete
Banjir Bandang Sapu Desa Ludai, Warga Mengungsi

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Dedi Sambudi menelusuri Desa Ludai yang terkena bencana banjir bandang. HASBI
KAMPARKIRIHULU (VOKALONLINE.COM) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Dedi Sambudi, Rabu (1/9/2021), bersama tim meninjau lokasi Bencana banjir Bandang di Desa Ludai, Kecamatan Kiri Hulu
Hal ini Menindaklanjuti arahan Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH untuk segera meninjau lokasi bencana banjir bandang tersebut.
Akibat bencana banjir pada Senin tengah malam, 30 Agustus 2021 ini, 21 rumah rusak. Selanjutnya satu sekolah, 1 masjid, sementara untuk korban jiwa tidak ada.
Dedi Sambudi menyebutkan, ratusan warga terdampak banjir bandang yang melanda RT 02 RW 02 Desa Ludai Kecamatan Kampar Kiri Hulu itu terdiri dari 135 kepala keluarga atau 450 jiwa.
Bagi warga yang rumahnya rusak parah saat ini mengungsi ke Rumah warga setempat, sedangkan rumah yang rusak ringan sudah mulai di bersihkan dan di perbaiki.Cetus Mantan Kepala Dingkes Kampar ini.
Ia mengatakan, pemerintah akan selalu tanggap terhadap masyarakat yang terkena musibah bencana.
"Untuk hari ini kita memantau dampak banjir bandang dan memberikan bantuan kepada warga yang Terdampak banjir," jelasnya.
"Hari ini kita ke lokasi bencana untuk memastikan kondisi masyarakat pasca bencana dan memberikan bantuan kepada masyarakat," ujar Dedy.
Menurut Dedi, banjir disebabkan oleh meluapnya air Sungai Bio karena intensitas hujan cukup tinggi. Luapan air sungai membawa material lumpur. Derasnya arus menyapu pemukiman warga.
Banjir yang menggenangi pemukiman warga tidak berlangsung lama, tetapi meninggalkan endapan lumpur. BPBD baru mendapat informasi pasti bencana tersebut dari Camat Kampar Kiri Hulu pada Rabu (1/9/2021) pagi.
"Informasi sulit diperoleh karena koneksi alat komunikasi tidak memadai," kata Dedi. (hasbi)
Berita Terkait :
- Petani di Kampar Tangkap Truk Bawa Sawit, Diserahkan ke Polsek0
- Pansus I DPRD Kampar Kesal Banyak Mobnas Diselewengkan0
- Horee...Desa Birandang Punya Rakit Sampan Baru 0
- Pansus II DPRD Berikan Dua Opsi Terkait Plaza Bangkinang0
- Mantan Kepala BPN Kampar Zaiful Yusri Bayar Denda0
_Black11.png)









