- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
- Jaringan Aktivis Jaga Aset Negara dari Oligarki
- Pelantikan JMSI Dumai Periode 2026-2031, Syafriadi Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
- Pilkades Di Gelar Pekan Depan Bupati Asmar Ajak Desa Melaksanakan Dengan Baik
- Bupati Asmar Pimpin Rakor Persiapan dan Tahapan Pilkades Serentak
- Cegah Karhutla, Polsek Rangsang Barat Sasar Jemaah Maulid Nabi Di Desa Lemang
Banjir Bandang Sapu Desa Ludai, Warga Mengungsi

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Dedi Sambudi menelusuri Desa Ludai yang terkena bencana banjir bandang. HASBI
KAMPARKIRIHULU (VOKALONLINE.COM) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Dedi Sambudi, Rabu (1/9/2021), bersama tim meninjau lokasi Bencana banjir Bandang di Desa Ludai, Kecamatan Kiri Hulu
Hal ini Menindaklanjuti arahan Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH untuk segera meninjau lokasi bencana banjir bandang tersebut.
Akibat bencana banjir pada Senin tengah malam, 30 Agustus 2021 ini, 21 rumah rusak. Selanjutnya satu sekolah, 1 masjid, sementara untuk korban jiwa tidak ada.
Dedi Sambudi menyebutkan, ratusan warga terdampak banjir bandang yang melanda RT 02 RW 02 Desa Ludai Kecamatan Kampar Kiri Hulu itu terdiri dari 135 kepala keluarga atau 450 jiwa.
Bagi warga yang rumahnya rusak parah saat ini mengungsi ke Rumah warga setempat, sedangkan rumah yang rusak ringan sudah mulai di bersihkan dan di perbaiki.Cetus Mantan Kepala Dingkes Kampar ini.
Ia mengatakan, pemerintah akan selalu tanggap terhadap masyarakat yang terkena musibah bencana.
"Untuk hari ini kita memantau dampak banjir bandang dan memberikan bantuan kepada warga yang Terdampak banjir," jelasnya.
"Hari ini kita ke lokasi bencana untuk memastikan kondisi masyarakat pasca bencana dan memberikan bantuan kepada masyarakat," ujar Dedy.
Menurut Dedi, banjir disebabkan oleh meluapnya air Sungai Bio karena intensitas hujan cukup tinggi. Luapan air sungai membawa material lumpur. Derasnya arus menyapu pemukiman warga.
Banjir yang menggenangi pemukiman warga tidak berlangsung lama, tetapi meninggalkan endapan lumpur. BPBD baru mendapat informasi pasti bencana tersebut dari Camat Kampar Kiri Hulu pada Rabu (1/9/2021) pagi.
"Informasi sulit diperoleh karena koneksi alat komunikasi tidak memadai," kata Dedi. (hasbi)
Berita Terkait :
- Petani di Kampar Tangkap Truk Bawa Sawit, Diserahkan ke Polsek0
- Pansus I DPRD Kampar Kesal Banyak Mobnas Diselewengkan0
- Horee...Desa Birandang Punya Rakit Sampan Baru 0
- Pansus II DPRD Berikan Dua Opsi Terkait Plaza Bangkinang0
- Mantan Kepala BPN Kampar Zaiful Yusri Bayar Denda0
_Black11.png)









