- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
- Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang
Bapak Sibar Tinggal Dirumah Papan dan Berlantaikan Tanah

Bapak Sibar lagi Berbincang Dengan Salah seorang Wartawan yang ikut turun kerumah nya bapak Sibar.
Kampar, VokalOnline.Com - Sunguh malang Nasip Bapak Sibar umur 60 tahun,tinggal puluhan tahun lamanya dirumah miliknya yang tidak layak huni dengan kondisi rumahnya berdindingkan papan serta berlantaikan tanah dan rumah tersebut terlihat sangat kecil diperkirakan ukurannya 3,5 meter kali 4 meter.
Bapak sibar warga Dusun Batas desa Bandur Picak, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Hal ini terungkap ketika Wartawan,Selasa (8/3/2022) langsung turun melihat kondisi Rumah milik Bapak Sibar.
Bapak sibar mengatakan Kepada Wartawan ,saya tinggal digubuk reot ini lebih kurang 35 tahun lamanya dan selama saya tinggal dirumah kecil ini saya tidak mampu untuk memperbaikinya atau merehabnya karena hasil dari mata pencarian saya menderes karet cuma cukup untuk makan saja bahkan terkadang kurang," Ungkap Sibar
Sibar menambahkan, Penghasilan saya menderes ( menoreh) karet perminggunya berkisar Rp. 200.000 sampai Rp. 250.000 kotor belum bersih dan dengan penghasilan sekecil itu bagaimana saya mau memperbaiki rumah saya ini karena untuk makan saja terkadang kurang.
" Selama saya tinggal dirumah ini puluhan tahun lamanya saya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah baik itu berupa rehab rumah maupun rumah layak huni dan saya cuma mendapatkan Bantuan Langsung Tunai ( BLT) dari pemerintah desa setempat sebesar Rp. 300.000 perbulan ditahun kemarin.
Kalau rumah saya ini dulu sering di foto -foto oleh pihak pemerintahan desa dan bahkan sudah ratusan kali difoto-foto rumah saya ini tetapi sampai sekarang belum juga ada dapat bantuan, jelas warga dusun batas ini.
Lebih lanjut dikatakannya, Saya sangat berharap kepada pemerintah supaya saya dapat bantuan rehab rumah maupun bantuan yang lainnya agar saya dapat tinggal dirumah yang layak untuk dihuni sebab kondisi rumah saya sekarang ini rumah tidak layak huni.
Ukuran rumah saya ini 3,5 meter kali 4 meter dengan berdindingkan papan serta berlantaikan tanah dan saya tinggal dirumah ini sebatang kara. " Saya sangat berharap sekali ada bantuan dari pemerintah karena setiap warga negara indonesia berhak mempunyai kehidupan yang layak, harap Sibar penuh harapan.(hasbi)
Berita Terkait :
- Sekretaris DPRD Kabupaten Bengkalis laksanakan Rapat Koordinasi Bersama 0
- Imbas Perang Rusia-Ukraina, Nikel Pecah Rekor ke US$101 Ribu per Ton0
- Asisten I Andres Wasono Resmikan DEA 2022 Tahap II0
- Bupati Kasmarni Serahkan Sembako Kepada Masyarakat Terdampak Banjir di Bantan Sari0
- Tiga Napi Rutan Bagansiapiapi Tipu Warga Jakarta0
_Black11.png)









