- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Bapak Sibar Tinggal Dirumah Papan dan Berlantaikan Tanah

Bapak Sibar lagi Berbincang Dengan Salah seorang Wartawan yang ikut turun kerumah nya bapak Sibar.
Kampar, VokalOnline.Com - Sunguh malang Nasip Bapak Sibar umur 60 tahun,tinggal puluhan tahun lamanya dirumah miliknya yang tidak layak huni dengan kondisi rumahnya berdindingkan papan serta berlantaikan tanah dan rumah tersebut terlihat sangat kecil diperkirakan ukurannya 3,5 meter kali 4 meter.
Bapak sibar warga Dusun Batas desa Bandur Picak, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Hal ini terungkap ketika Wartawan,Selasa (8/3/2022) langsung turun melihat kondisi Rumah milik Bapak Sibar.
Bapak sibar mengatakan Kepada Wartawan ,saya tinggal digubuk reot ini lebih kurang 35 tahun lamanya dan selama saya tinggal dirumah kecil ini saya tidak mampu untuk memperbaikinya atau merehabnya karena hasil dari mata pencarian saya menderes karet cuma cukup untuk makan saja bahkan terkadang kurang," Ungkap Sibar
Sibar menambahkan, Penghasilan saya menderes ( menoreh) karet perminggunya berkisar Rp. 200.000 sampai Rp. 250.000 kotor belum bersih dan dengan penghasilan sekecil itu bagaimana saya mau memperbaiki rumah saya ini karena untuk makan saja terkadang kurang.
" Selama saya tinggal dirumah ini puluhan tahun lamanya saya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah baik itu berupa rehab rumah maupun rumah layak huni dan saya cuma mendapatkan Bantuan Langsung Tunai ( BLT) dari pemerintah desa setempat sebesar Rp. 300.000 perbulan ditahun kemarin.
Kalau rumah saya ini dulu sering di foto -foto oleh pihak pemerintahan desa dan bahkan sudah ratusan kali difoto-foto rumah saya ini tetapi sampai sekarang belum juga ada dapat bantuan, jelas warga dusun batas ini.
Lebih lanjut dikatakannya, Saya sangat berharap kepada pemerintah supaya saya dapat bantuan rehab rumah maupun bantuan yang lainnya agar saya dapat tinggal dirumah yang layak untuk dihuni sebab kondisi rumah saya sekarang ini rumah tidak layak huni.
Ukuran rumah saya ini 3,5 meter kali 4 meter dengan berdindingkan papan serta berlantaikan tanah dan saya tinggal dirumah ini sebatang kara. " Saya sangat berharap sekali ada bantuan dari pemerintah karena setiap warga negara indonesia berhak mempunyai kehidupan yang layak, harap Sibar penuh harapan.(hasbi)
Berita Terkait :
- Sekretaris DPRD Kabupaten Bengkalis laksanakan Rapat Koordinasi Bersama 0
- Imbas Perang Rusia-Ukraina, Nikel Pecah Rekor ke US$101 Ribu per Ton0
- Asisten I Andres Wasono Resmikan DEA 2022 Tahap II0
- Bupati Kasmarni Serahkan Sembako Kepada Masyarakat Terdampak Banjir di Bantan Sari0
- Tiga Napi Rutan Bagansiapiapi Tipu Warga Jakarta0
_Black11.png)









