- Madrasah Penuh Inovasi, MAN 1 Pekanbaru Cetak Rekor Tertinggi Kelulusan SNBT di Riau
- Dua Dekade Berbagi Kehidupan, KDD Riau Komplek Catat 35.515 Kantong Darah hingga Donor ke-75
- Sekda Bengkalis Menghadiri Kegiatan Penutupan TMMD
- WaBup Bengkalis Buka Kegiatan Internasional Seminar on Arabic Language and Religion
- Pemkab Pelalawan Gelar Apel Siaga Karhutla Jelang Musim Kemarau 2026
- Personil Polsek Turun ke Kolam, Dampingi Warga Budidaya Lele
- Aiptu Hendrick Turun ke Kebun, Polri Jadi Motor Penggerak Ketahanan Pangan Desa
- Polsek Rengat Barat Kawal Program Ketahanan Pangan dari Pertanian hingga Perikanan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Dua Tersangka Diamankan dengan Barang Bukti Shabu dan Ekstasi
- Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Shabu dengan Barang Bukti 8,9 Gram
BBKSDA Riau : Itu Masuk Habitat Harimau Sumatra
Harimau Terkam Penebang Kayu di Inhil

PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan kematian Tugiyat, pekerja panen perusahaan hutan tanaman industri (HTI) di Kecamatan Sungai Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, karena serangan harimau sumatra.
Menurut Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Mahfud, serangan harimau sumatra dilihat dari luka pada tubuh korban. Di beberapa bagian ada cakaran dari si Datung Belang.
"Ada juga sebagian tubuh korban yang sudah hilang (dimakan)," kata Mahfud, Selasa siang, 8 Februari 2022.
Konflik harimau sumatra dan manusia ini terjadi karena konsesi perusahaan ini masuk kantong harimau sumatra Kerumutan. Di kantong ini pernah terpantau sejumlah individu.
Pada konflik serupa pada tahun 2019 dan 2020, di kantong harimau itu terpantau harimau berkembang biak. Ada harimau yang memiliki sejumlah anak pada tahun itu.
"Di situ habitatnya dan merupakan home range atau wilayah jelajah harimau," kata Mahfud.
Sebagai antisipasi tidak ada serangan lagi, BBKSDA Riau sudah meminta perusahaan pemegang konsesi tidak membuka hutan seluruhnya. Perusahaan diminta menyediakan areal konservasi untuk harimau tinggal.
"Perusahaan sudah diminta jangan dibuka semua," kata Mahfud.
Untuk sementara, BBKSDA Riau juga meminta perusahaan di lokasi serangan untuk menghentikan aktivitas pemanenan hutan tanaman industri.
"Petugas juga melakukan sosialisasi terkait perlindungan harimau," jelas Mahfud.
Sebelumnya, Tugiyat menjadi korban serangan harimau sumatra pada Sabtu siang, 5 Februari 2022. Serangan terjadi saat pekerja panen sedang istirahat untuk makan siang.
Saat itu, Tugiyat tidak kembali bersama pekerja lainnya. Rekan lainnya mencari karena Tugiyat tidak menyahut setelah dipanggil.
Awalnya, pekerja lain hanya menemukan celana tapi korban tidak ada. Di lokasi ada jejak dan bekas seretan yang mengarah ke semak-semak.
Pencarian kemudian dilakukan menggunakan dua alat berat. Jasad korban akhirnya ditemukan menjelang malam dengan kondisi mengenaskan.
Korban dibawa ke klinik perusahaan. Setelah dilakukan otopsi, jasad korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan. (syu)
Berita Terkait :
- BBKSDA Riau Berencana Pasang Kamera Jebak di Konsesi Perusahaan0
- Polresta Pekanbaru Tangkap Pengedar Sabu di Jalan Soebrantas0
- Pemko Pekanbaru Gandeng Kejari Gunakan Angggaran Tepat Sasaran0
- Kapolda Riau : Laporkan Oknum Yang Banyak Duduk ke Saya0
- Bripka Oktavianus Dapat Penghargaan Hingga Rekomendasi Sekolah0
_Black11.png)









