- Madrasah Penuh Inovasi, MAN 1 Pekanbaru Cetak Rekor Tertinggi Kelulusan SNBT di Riau
- Dua Dekade Berbagi Kehidupan, KDD Riau Komplek Catat 35.515 Kantong Darah hingga Donor ke-75
- Sekda Bengkalis Menghadiri Kegiatan Penutupan TMMD
- WaBup Bengkalis Buka Kegiatan Internasional Seminar on Arabic Language and Religion
- Pemkab Pelalawan Gelar Apel Siaga Karhutla Jelang Musim Kemarau 2026
- Personil Polsek Turun ke Kolam, Dampingi Warga Budidaya Lele
- Aiptu Hendrick Turun ke Kebun, Polri Jadi Motor Penggerak Ketahanan Pangan Desa
- Polsek Rengat Barat Kawal Program Ketahanan Pangan dari Pertanian hingga Perikanan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Dua Tersangka Diamankan dengan Barang Bukti Shabu dan Ekstasi
- Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Shabu dengan Barang Bukti 8,9 Gram
BBKSDA Riau Berencana Pasang Kamera Jebak di Konsesi Perusahaan
Harimau Terkam Penebang Kayu di Inhil

PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau belum menentukan langkah pasti terkait konflik harimau sumatra dengan manusia di sebuah perusahaan hutan tanaman industri di Kabupaten Indragiri Hilir. Sebelumnya, seorang pekerja meninggal dunia karena diterkam si Datuk Belang.
Lokasi kejadian sudah dinyatakan BBKSDA Riau adalah habitat harimau sumatra. Lokasi di Kecamatan Sungai Gaung itu masuk kantong harimau sumatra Kerumutan dan merupakan wilayah jelajahnya.
Kepala Teknis BBKSDA Riau Mahfud menyebut petugas akan memasang kamera trap atau jebak di lokasi kejadian. Tujuannya untuk memastikan berapa individu harimau di lokasi.
Pemasangan kamera juga bertujuan mengidentifikasi individu yang telah menyerang manusia. Pasalnya di lokasi diduga ada sejumlah harimau.
"Kalau nanti ada langkah evakuasi jangan sampai salah, jangan harimau yang tidak menyerang yang dievakuasi," kata Mahfud.
Langkah evakuasi merupakan jalan terakhir yang biasa ditempuh BBKSDA mengakhiri konflik. Biasanya dilakukan kalau terjadi serangan lagi sehingga harimau akan dipindah ke lokasi lain.
Di sisi lain, Mahfud mengakui kantong harimau sumatra Kerumutan ada sejumlah perusahaan pemegang konsesi. Oleh karena itu, perusahaan diminta tidak membuka lahan seluruhnya.
"Perusahaan diminta menyisakan hutan untuk perlindungan harimau," ucap Mahfud.
Menurut Mahfud, harimau sumatra punya wilayah jelajah cukup luas. Bisa saja harimau keluar dari kantong atau habitatnya karena berdekatan dengan konsesi untuk mencari makan.
Persoalan di Riau selama ini, harimau sering kehilangan pakan. Hutan yang dulunya menjadi habitat diberikan izin oleh negara untuk dijadikan hutan tanaman industri.
Hutan yang menjadi habitat harimau juga selalu dirambah oleh sejumlah orang. Setelah itu dibuat perkebunan dan membuat pemukiman di daerah yang menjadi habitat satwa liar.
Harimau tak jarang kekurangan pakan karena sejumlah orang yang membuat perkebunan juga berburu hewan yang biasa dimakan harimau. (syu)
Berita Terkait :
- Polresta Pekanbaru Tangkap Pengedar Sabu di Jalan Soebrantas0
- Pemko Pekanbaru Gandeng Kejari Gunakan Angggaran Tepat Sasaran0
- Kapolda Riau : Laporkan Oknum Yang Banyak Duduk ke Saya0
- Bripka Oktavianus Dapat Penghargaan Hingga Rekomendasi Sekolah0
- Kapolda Berikan Piagam Penghargaan Kepada Bripka Oktavianus Yusbar0
_Black11.png)









