- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
BBKSDA Riau Selamatkan Tapir Tanpa Mata Kanan dari Kebun Warga

Tapir terluka di mata bagian kanan yang diselamatkan oleh BBKSDA Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Seekor tapir di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuansing kehilangan bola mata kanannya. Di sekitar pelipisnya juga terdapat sejumlah luka.
Menurut pelaksana harian Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Hartono, tapir jantan ini kehilangan mata karena sabetan benda tajam.
Luka ini diduga diperoleh tapir karena konflik dengan manusia. Pasalnya, satwa disebut cipan ini sering masuk ke kebun warga di kabupaten tersebut.
"Karena benda tajam, mata sebelah kanannya sudah tidak ada lagi," kata Hartono, Senin siang, 15 November 2021.
Hartono menjelaskan, informasi tapir masuk ke kebun warga diperoleh pada Jum'at, 12 November 2021. Saat itu, satwa bernama latin tapirus indicus ini berkeliaran di kebun.
Selanjutnya pada 13 November 2021, tim Bidang I BBKSDA Riau berangkat dari Pekanbaru menuju lokasi. Setibanya di lokasi, tim berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Lubuk Ambacang, Imas.
"Adapun pemilik kebun yang ada tapir berkeliaran itu milik Said Hasim," kata Hartono.
Tim bersama Sekdes dan sejumlah warga menuju kebun tempat tapir tadi. Berdasarkan pengakuan warga, tapir sudah sehari berada di kebun dan tidak takut melihat manusia.
Petugas mengamankan tapir di kebun itu dengan memberikan air serta makanan seperti daun ubi kayu sebagai pertolongan pertama upaya. Tujuannya agar kondisi tapir tetap terjaga.
"Setelah tim medis BBKSDA Riau tiba segera dilakukan pengobatan luka untuk mencegah infeksi," jelas Hartono.
Hasil identifikasi, tapir ini berumur 5 tahun. Kemudian memiliki panjang badan 1 meter 20 centimeter. Kondisinya lemah karena luka membusuk di pinggir pelipis mata.
"Perilakunya relatif jinak, tidak takut dengan kehadiran manusia," sebut Hartono.
Melihat kondisi tapir, tim memutuskan mengevakuasinya ke Pekanbaru agar mendapatkan perawatan lanjutan. Tapir dimasukkan ke kandang lalu dibawa ke kandang transit BBKSDA Riau.
Hartono mengucapkan terimakasih kepada warga yang memberitahu keberadaan tapir ini. Masyarakat diminta sering berkomunikasi dengan BBKSDA Riau jika ada satwa liar masuk ke kebun dan tidak menyakitinya.
Masyarakat juga diminta tak memasang jerat dengan alasan apapun. Bagi yang kedapatan akan dijerat dengan Pasal 40 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
"Dan bagi siapapun yang menemukan pelanggaran ataupun hal hal yang mencurigakan terkait perburuan atau perdagangan satwa dilindungi untuk segera melaporkan ke call center Balai Besar KSDA Riau di Nomor 081374742981," terang Hartono. (syu)
Berita Terkait :
- Karyawan PT Tasma Puja Antusias Ikut Vaksinasi0
- Polisi Periksa Dekan Fakultas Fisipol Unri Pakai Alat Deteksi Kebenaran0
- Jaksa Tangkap Dosen yang Ternyata Buronan Korupsi 18 Tahun0
- Kejati Riau Tahan Dua Tersangka Korupsi RSUD Bangkinang0
- Dekan Fakultas Fisipol Unri Selangkah Lagi Tersangka?0
_Black11.png)









