- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
BBKSDA Riau Selamatkan Tapir Tanpa Mata Kanan dari Kebun Warga

Tapir terluka di mata bagian kanan yang diselamatkan oleh BBKSDA Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Seekor tapir di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuansing kehilangan bola mata kanannya. Di sekitar pelipisnya juga terdapat sejumlah luka.
Menurut pelaksana harian Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Hartono, tapir jantan ini kehilangan mata karena sabetan benda tajam.
Luka ini diduga diperoleh tapir karena konflik dengan manusia. Pasalnya, satwa disebut cipan ini sering masuk ke kebun warga di kabupaten tersebut.
"Karena benda tajam, mata sebelah kanannya sudah tidak ada lagi," kata Hartono, Senin siang, 15 November 2021.
Hartono menjelaskan, informasi tapir masuk ke kebun warga diperoleh pada Jum'at, 12 November 2021. Saat itu, satwa bernama latin tapirus indicus ini berkeliaran di kebun.
Selanjutnya pada 13 November 2021, tim Bidang I BBKSDA Riau berangkat dari Pekanbaru menuju lokasi. Setibanya di lokasi, tim berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Lubuk Ambacang, Imas.
"Adapun pemilik kebun yang ada tapir berkeliaran itu milik Said Hasim," kata Hartono.
Tim bersama Sekdes dan sejumlah warga menuju kebun tempat tapir tadi. Berdasarkan pengakuan warga, tapir sudah sehari berada di kebun dan tidak takut melihat manusia.
Petugas mengamankan tapir di kebun itu dengan memberikan air serta makanan seperti daun ubi kayu sebagai pertolongan pertama upaya. Tujuannya agar kondisi tapir tetap terjaga.
"Setelah tim medis BBKSDA Riau tiba segera dilakukan pengobatan luka untuk mencegah infeksi," jelas Hartono.
Hasil identifikasi, tapir ini berumur 5 tahun. Kemudian memiliki panjang badan 1 meter 20 centimeter. Kondisinya lemah karena luka membusuk di pinggir pelipis mata.
"Perilakunya relatif jinak, tidak takut dengan kehadiran manusia," sebut Hartono.
Melihat kondisi tapir, tim memutuskan mengevakuasinya ke Pekanbaru agar mendapatkan perawatan lanjutan. Tapir dimasukkan ke kandang lalu dibawa ke kandang transit BBKSDA Riau.
Hartono mengucapkan terimakasih kepada warga yang memberitahu keberadaan tapir ini. Masyarakat diminta sering berkomunikasi dengan BBKSDA Riau jika ada satwa liar masuk ke kebun dan tidak menyakitinya.
Masyarakat juga diminta tak memasang jerat dengan alasan apapun. Bagi yang kedapatan akan dijerat dengan Pasal 40 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
"Dan bagi siapapun yang menemukan pelanggaran ataupun hal hal yang mencurigakan terkait perburuan atau perdagangan satwa dilindungi untuk segera melaporkan ke call center Balai Besar KSDA Riau di Nomor 081374742981," terang Hartono. (syu)
Berita Terkait :
- Karyawan PT Tasma Puja Antusias Ikut Vaksinasi0
- Polisi Periksa Dekan Fakultas Fisipol Unri Pakai Alat Deteksi Kebenaran0
- Jaksa Tangkap Dosen yang Ternyata Buronan Korupsi 18 Tahun0
- Kejati Riau Tahan Dua Tersangka Korupsi RSUD Bangkinang0
- Dekan Fakultas Fisipol Unri Selangkah Lagi Tersangka?0
_Black11.png)









