- Problematika Pendidikan dan Solusi Pedagogis
- Polsek Enok Dorong Warga Wujudkan Swasembada Pangan melalui Pendampingan
- Matangkan Persiapan Perayaan HUT ke-6, Panitia Gelar Rapat Terakhir
- Bupati Bengkalis Hadiri Kegiatan Forum Konsultasi Publik
- Pansus II DPRD Bengkalis Perdalam Materi LP2B
- Bupati dan Kadisdik Tinjau Sekolah Terdampak Puting Beliung
- Perkuat Akses APBN untuk Daerah, Dr. Karmila Sari Dukung Pembentukan Forum DPR RI Dapil Riau
- Bupati Bengkalis BUka Asistensi Peningkatan IEPK Kabupaten Bengkalis Tahun 2026
- Bupati Bengkalis lantik 215 KepSek
- Hendry Munief Dorong Kepala Daerah Maksimalkan Forum DPR RI Dapil Riau untuk Akses APBN
BIN Australia Memutuskan Setop Gunakan Ekstremisme Islam

bendera-australia/gunnaressiason
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Badan intelijen domestik memutuskan berhenti menggunakan istilah "ekstremisme " dan "ekstremisme sayap kanan" dalam menggambarkan kekerasan yang dimotivasi agama atau gerakan politikBos Australia Security and Intelligence Organisation (ASIO), Mike Burgess, menganggap "kata-kata" itu penting dan berpengaruh dalam membentuk pandangan setiap orang dalam melihat masalah. Karena itu, menurutnya, penggunaan istilah "ekstremisme Islam" selama ini merusak dan menyesatkan umat Islam."Beberapa kelompok Muslim-dan lain-lain-melihat istilah ini merusak dan menyesatkan Islam, dan menganggap sebutan itu menstigmatisasi mereka dan mendorong stereotip serta memicu perpecahan," kata Burgess saat menyampaikan pidato tahunan tentang ancaman negara pada Rabu (17/3).
Berita Terkait :
_Black11.png)









