- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
BNPB: 23 meninggal, 3.900 keluarga mengungsi akibat bencana di Sumbar

Tangkapan layar - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (28/11/2025). ANTARA/HO - YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Jakarta, VokalOnline.Com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, per data Jumat, terdapat 23 korban jiwa, 12 hilang, dan 4 orang terluka karena bencana di Sumatera Barat, serta sebanyak 3.900 KK mengungsi.
Suharyanto mengatakan di Jakarta, Jumat, bahwa dua daerah Sumatera Barat yang terdampak paling parah yakni Kota Solok dan Padang.
"Dari 3.900 kepala keluarga (KK) ini yang banyak pengungsi adalah di Padang Pariaman, itu sekitar 3 ribuan lebih, dan 3.208 ya, dan di Kota Solok sekitar 600 KK," katanya.
Dia menjelaskan, dibandingkan dua provinsi terdampak lainnya, yakni Sumatera Utara dan Aceh, skala bencana dan dampak di Sumatera Barat lebih ringan. Adapun yang terparah, katanya, Sumatera Utara, terutama Tapanuli Tengah.
"Sama dengan di Sumatera Utara dan di Aceh, ini juga ada beberapa jalur transportasi yang masih memerlukan perbaikan, memerlukan apa, disambung kembali," katanya.
Di Sumatera Barat, katanya, ada lima jembatan yang rusak, dan ada sejumlah titik terjadinya longsor.
"Untuk jalur komunikasi relatif lebih baik daripada kondisi di Aceh dan di Sumatera Utara, rata-rata untuk komunikasi HP, internet, ini di Sumatera Barat masih berfungsi dengan cukup baik. Tapi tetap seperti di daerah lain, kami pun melakukan mekanisme komunikasi darurat melalui Starlink," katanya.
Dia menyebutkan, bantuan logistik seperti sembako, alat kebersihan, kasur lipat, makanan siap saji, sudah didistribusikan dengan jumlah yang memadai.
"Kemudian untuk Sumatera Barat, sudah diterima juga bantuan dari Bapak Presiden Prabowo yang terdata di kami adalah alat komunikasi Starlink dan genset ada 18, kemudian LCR juga sudah diterima, ini terdata ada 30, kemudian permakanan termasuk tenda juga sudah sampai di Sumatera Barat," dia menambahkan.
Dia memastikan bahwa bantuan akan terus disalurkan.
Suharyanto menambahkan, pihaknya akan memberikan informasi secara berkala terkait penanggulangan bencana banjir dan longsor di Sumatera.(**)
Berita Terkait :
- Kubu AHY Yakin Kemenkumham Akan Objektif Jelang Penentuan Nasib0
- Gusti Hadiwinoto, Adik Sultan HB X Meninggal Dunia0
- Black Box CVR Sriwijaya SJ 182 Ditemukan0
- Beberapa Temuan Tim Ahli WHO soal Sumber Virus Corona di China0
- Nato Kerahkan 10 Kali Jet Tempur Untuk Cegat Masuk Bomber Rusia0
_Black11.png)









