- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
BPS Sebut Telur Ayam Ras Hingga Bawang Merah Picu Inflasi Mei

Jakarta, VokalOnline.Com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyatakan komoditas telur ayam ras, ikan segar dan bawang merah merupakan pemicu terjadinya inflasi pada Mei 2022 yang mencapai 0,4 persen (mtm).
Komoditas telur ayam ras, ikan segar dan bawang merah ini masuk dalam kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yang memberi andil terbesar dari 11 kelompok pengeluaran terhadap inflasi Mei.
“Penyumbang terbesar dari kelompok pengeluaran berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,2 persen,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Margo menuturkan telur ayam ras merupakan penyumbang utama terjadinya inflasi secara keseluruhan yaitu memiliki andil sebesar 0,05 persen.
Ia mengatakan berdasarkan hasil pemantauan BPS terhadap 90 kota, hal ini terjadi akibat kenaikan harga pakan ayam dan tingginya permintaan karena adanya kenaikan harga telur ayam ras di berbagai kota.
Sementara kenaikan harga ikan segar memiliki andil sebesar 0,04 persen yaitu diakibatkan oleh cuaca buruk yang melanda di berbagai perairan di nusantara sehingga banyak nelayan yang tidak bisa melaut dan menyebabkan suplai terbatas.
Untuk bawang merah memberikan andil sebesar 0,04 persen yang disebabkan karena sedikitnya pasokan bawang merah dari daerah sentra produksi dan belum pulihnya distribusi pascaLebaran.
Selain kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau, inflasi Mei sebesar 0,4 persen (mtm) turut dipicu oleh kelompok pengeluaran transportasi dengan andil mencapai 0,08 persen.
Kelompok pengeluaran transportasi sendiri mengalami inflasi sebesar 0,65 persen pada Mei 2022 karena kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 0,07 persen.
“Kenaikan tarif angkutan udara terjadi karena tingginya permintaan menjelang Lebaran dan arus balik,” ujar Margo. **Fira
Berita Terkait :
- DEN Dukung Upaya RI Menuju \"Net Zero Emission\" Pada 20600
- Krisis Pangan Sri Lanka Makin Jadi, Petani Didesak Tanam Padi0
- IHSG Diperkirakan Bergerak Variatif Cenderung Melemah0
- INDONESIA Rupiah Melemah Jelang Rilis Data Inflasi Mei 20220
- Airlangga Apresiasi Dukungan Dan Kerja Sama Bilateral Dengan Singapura0
_Black11.png)









