- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
Bupati Asmar Laporkan Kondisi Infrastruktur Meranti ke Gubri Abdul Wahid

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, melaporkan kondisi infrastruktur yang ada di wilayahnya kepada Gubernur Riau, Abdul Wahid, Kamis (17/4/2025), dalam rapat koordinasi perencanaan pembangunan se-Provinsi Riau, di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru.
Asmar menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur yang sangat mendesak untuk segera diselesaikan, agar aktivitas perekonomian masyarakat bisa berjalan lancar. Seperti pembangunan Jembatan Selat Akar di Kecamatan Tasik Putri Puyu, yang hingga kini belum rampung dikerjakan.
"Kami minta kepada Pak Gubernur, jembatan ini bisa segera diselesaikan karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Termasuk Jembatan Panglima Sampul, semoga tahun ini bisa segera dikerjakan," ucap Asmar.
Kemudian, Asmar mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau, yang telah mengerjakan pembangunan jalan Alai-Mengkikip.
"Alhamdulillah sudah bisa dilewati masyarakat, hanya tinggal hot mix yang belum. Semoga pembangunannya bisa diteruskan oleh Pemprov Riau di tahun 2025 ini," ujarnya.
Tidak hanya itu, Bupati Asmar turut menyampaikan kondisi pesisir pantai di Kepulauan Meranti yang terus terkikis oleh abrasi, terutama di Pulau Rangsang. Adapun total pesisir pantai yang terkena abrasi, sepanjang 148 kilometer, sedangkan pembangunan batu pemecah gelombang baru terbangun 3,18 kilometer.
"Untuk itu kami mohon Pak Gubernur untuk melaporkan hal ini kepada pemerintah pusat, agar dapat segera ditindaklanjuti, karena ini termasuk pulau terluar Indonesia," harap Asmar.
Sementara itu, Gubernur Riau, Abdul Wahid, mengharapkan lewat rakor tersebut bisa menghasilkan program-program yang disepakati bersama dan disampaikan kepada pemerintah pusat. Oleh karenanya, dia meminta para kepala daerah menyampaikan dan menginventarisir berbagai kebutuhan serta kendala yang dihadapi.
"Hasil dari Rakor ini nantinya akan kita tindaklanjuti bersama pemerintah pusat. Selanjutnya kita datangi kementerian apa saja yang kiranya sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang kita hadapi," sebut Abdul Wahid. (Bom)
Berita Terkait :
_Black11.png)









