- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
Cabup Alfedri Sindir Irving Soal Siak Kota Pusaka: Berkat Kerjasama Semua Pihak

SIAK, VokalOnline.Com - Calon bupati Siak nomor urut 3 Alfedri, menyindir calon bupati nomor urut 1 Irving Kahar Arifin, yang mengklaim program Siak Kota Pusaka adalah program darinya saat menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Permukiman Masyarakat (PU Tarukim) Siak, sebelum berhenti menjadi calon bupati Siak.
“Saya misalkan, kalau menteri ada program, itu merupakan visi misi presiden. Karena menteri itu adalah pembantu presiden. Apalagi kepala dinas, kepala dinas,” kata Alfedri, saat debat kandidat pilkada Siak 2024, Sabtu (2/11/24) di hotel Pangeran Pekanbaru.
Alfedri mengatakan, terkait menjadikan Siak kota pusaka, merupakan berkat kerjasama semua pihak.
Sindiran itu bermula, dari tanggapan Paslon nomor urut 1 Irving Kahar Arifin-Sugianto, yang mengklaim Siak Kota Pusaka merupakan hasil kinerjanya saat menjabat kepala dinas PU Tarukim Siak.<
“Saya sudah berupaya, membuat kota pusaka, kota pusaka adalah program nasional, dan program dari kementerian PUPR, dan satu satunya di Riau,” kata Irving.
Alfedri-Husni terus akan berkomitmen akan terus menjaga alam di Kabupaten Siak. Saat menjadi bupati dan wakil bupati Siak sebelum cuti kampanye, mereka sudah membuat program Siak Hijau.
“52 persen lahan di Siak adalah gambut, maka dari itu harus ada konsep yang jelas. Kita buat program Siak hijau, agar masyarakat bisa memanfaatkan lahan ini, tanpa merusak alam sekitar kita,” kata calon wakil bupati Siak Husni Merza.
Alfedri-Husni menargetkan pada tahun 2025 mendatang, ranah-tanah di Kabupaten Siak sudah teregistrasi dan tahu pemiliknya.
“Sesuai dengan pemerintah, tahun 2030 mendatang, seluruh tanah di Siak sudah teregistrasi,” kata Husni.*
Berita Terkait :
_Black11.png)









