- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
- Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang
- Kapolda Riau Kunjungi Concong, Tanam Mangrove hingga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Pesisir
- Wujudkan Asta Cita Presiden, Elang 3 Hambalang Pusat Bersinergi RO 3 Riau Agrinas
- Dari Lapangan Gajah Mada, Mahmudin Buktikan Semangat Pemuda Bisa Majukan Inhil
- Perkuat Sinergi Kelistrikan di Provinsi Riau, DPD RI Kunjungi PLN Group Regional Riau
Cinta Pasangan Gay di Kota Dumai Berujung Maut

PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Dumai menangkap pria inisial SL. Warga Kabupaten Nias, Sumatra Utara itu diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap pemilik salon, Joy Situmeang.
Sebelumnya, pemilik Salon Joy di Kota Dumai itu ditemukan tewas di rumah miliknya, Minggu malam, 9 Januari 2022. Pada tubuh korban ada sejumlah luka tusukan benda tajam.
Menurut Kapolres Kota Dumai Ajun Komisaris Besar Muhammad Kholid SIK, pelaku tertangkap beberapa jam usai beraksi. Pelaku tertangkap di sebuah hotel di Pekanbaru.
Hasil penyidikan, korban dan pelaku baru berkenalan. Diduga keduanya terlibat cinta sesama jenis karena sebelum kejadian keduanya sempat berhubungan badan.
"Pelaku dan korban baru berkenalan beberapa hari melalui sebuah aplikasi perpesanan," kata Kholid didampingi Wakil Kapolres Komisaris Sanny dan Kasat Reskrim Ajun Komisaris Aris Gunadi.
Setelah berkenalan melalui aplikasi, keduanya sepakat bertemu. Korban mengajak pelaku untuk datang ke Kota Dumai.
Di Kota Dumai, korban mengajak pelaku makan malam. Selanjutnya pergi ke rumah korban dan melakukan hubungan badan beberapa kali, di mana pelaku berperan sebagai perempuan.
"Kemudian korban ingin bertukar peran tapi ditolak meskipun sudah diajak beberapa kali," ucap Kholid.
Ajakan korban agar pelaku mau disetubuhi dari belakang ini membuat pelaku marah. Sempat terjadi pertengkaran hingga akhirnya pelaku melihat pisau di atas meja dan menusuk korban.
"Korban ditusuk beberapa kali dan ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar mandi," kata Kholid. (syu)
Berita Terkait :
- Jaksa Nyatakan Banding Terhadap Vonis Ringan Mursini0
- Dua Tersangka Korupsi RSUD Bangkinang Segera Disidang0
- Kasus Anak Angkat Anggota DPRD Pekanbaru Cabuli Remaja Tetap Lanjut0
- Berkas Dugaan Dosen Unri Cabuli Mahasiswi Dinyatakan Lengkap0
- Majelis Hakim Nyatakan Mantan Bupati Kuansing Mursini Terbukti Korupsi0
_Black11.png)









