- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Diskominfo Kampar Terapkan Absen Berbasis Aplikasi

Yuricho Efril SSTP memperlihatkan aplikasi absen yang digunakan Diskominfo Kabupaten Kampar. HASBI
BANGKINANGKOTA (VOKALONLINE.COM) - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Kampar Yuricho Efril SSTP menerapkan absensi dan manajemen surat keluar berbasis aplikasi yang termasuk bagian dari Tanda Tangan Elektronik (TTE).
Selain itu, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Kampar juga telah mengunakan aplikasi e-wartawan yang telah diterapkan dan serta beberapa aplikasi di OPD Pemkab Kampar.
Hal ini dikatakan Yuricho Efril SSTP
ketika dikonfirmasi di Ruang Kerjanya, Selasa, (14/12), didampingi oleh Sekretaris Diskominfo dan Persandian Kabupaten Kampar Ade Syaputra SE MSi dan para Kepala Bidang dan Kasi lingkup Diskominfo Kampar.
Dia juga mengatakan, dengan hanya melakukan swafoto atau foto selfie dan mengisi beberapa fitur itu telah dapat melakukan absensi pada radius yang telah di tetapkan.
Dikatakannya, ini sesuai dengan tuntutan dan perkembangan teknologi serta dalam mewujudkan efisiensi dan efektif Pemerintah Kabupaten Kampar terus melakukan berbagai inovasi dan perubahan.
Ini juga sesuai dengan amanah dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), untuk implementasi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel.
"Serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya diperlukan sistem pemerintahan berbasis elektronik," kata Yuricho Efril.
Ditambah Yuricho, aplikasi untuk meningkatkan keterpaduan dan efisiensi sistem pemerintahan berbasis elektronik diperlukan tata kelola dan manajemen sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Menurutnya, manajemen ini sangat penting dalam menjalankan amanah Perpres terkait SPBE.
"Oleh sebab itu kita terus berbenah dan mengembangkan inovasi-inovasi untuk mewujudkan efisiensi pengelolaan pemerintahan," jelasnya.
Dengan penerapan Aplikasi ini banyak hal yang dapat penghematan baik dari segi materil maupun mempersingkat birokrasi.
"Ini telah kami kembangkan sejak April 2021 yang lalu, dan akan terus kita kembangkan baik terhadap aplikasi yang sudah ada maupun terhadap inovasi baru yang masuk dalam lingkup Tanda Tangan Elektronik (TTE)," kata Yuricho Efril.
Berdasarkan Pasal 1 Ayat (12) UU 11/2008, Tanda Tangan Elektronik adalah tanda tangan yang terdiri atas Informasi Elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan Informasi Elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi.
"Semoga ini dapat kita terapkan di seluruh wilayah Kabupaten Kampar khususnya Organisasi Perangkat Daerah Pemkab Kampar, dalam mewujudkan Efisiensi dan efektivitas sesuai amanah Perpres 95 tahun 2018," tutup Yuricho. (hasbi)
Berita Terkait :
- Aksi Debus Ancam Polisi yang Gagalkan Peredaran Sabu0
- 300 Kilogram Lebih Sabu Milik Debus Gagal Beredar di Riau0
- Bocah di Inhil Tewas Diterkam Buaya Saat Mandi0
- Seminar Ekonomi Nasional Harian Vokal dan KPA Gubernur Riau Berjalan Sukses0
- Bank BJB Raih Predikat Indonesia Trusted Company di Ajang CPGI Award0
_Black11.png)









