- Bripda Renhard Bawa Nama Polres Meranti di Riau Challenge 2026, Raih Medali Perak
- LAMR Kepulauan Meranti Siapkan Empat Agenda Besar, Digelar 19–20 September 2026
- Pemkab Meranti dan UIN Suska Riau Buka Peluang Kolaborasi Pengembangan Potensi Daerah
- Diduga Terlibat Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 64 Tahun di Inhu Masuk DPO Polisi
- Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
- Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla 13 Hektare di Bengkalis
- Perawatan Jalan Berkelanjutan, PT PAS Mitra Agrinas Pastikan Pengangkutan TBS Tetap Lancar
- Firmansyah Resmi Diumumkan Dalam Paripurna Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru
- Jalan Santai HUT RI ke-81 di Siak, Wabup Syamsurizal Ingatkan Warga Waspadai Karhutla
DPR Nilai Pembentukkan Holding Ultra Mikro Tak Dipolitisasi

(Liputan6.com)
Vokalonline.com Dilansir Dari, CNN Indonesia -- Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Golkar Nusron Wahid, menyebut pembentukan holding ultra mikro yang melibatkan tiga badan usaha milik negara (BUMN), yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) tidak akan ada proses politisasi di dalamnya.
Penegasan tersebut disampaikan Nusron dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR dengan Menteri BUMN Erick Thohir terkait konsultasi pembentukan holding ultra mikro ini, Kamis (18/3).
Dalam rapat kerja yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima, hadir juga Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dan Direktur Utama Arief Mulyadi.Nusron mengatakan bahwa pembentukan holding BUMN untuk ultra mikro tersebut murni untuk kepentingan bisnis yang lebih besar kepada masyarakat.
Pembentukan holding BUMN ultra mikro ini, lanjutnya, berbeda dengan dengan proses penjualan saham Indosat di masa lalu yang memang sarat peristiwa politik karena entitas saham negara yang keluar dimiliki oleh publik.
"Dalam konteks (pembentukan holding ultra mikro) ini tidak ada entitas saham negara yang dimiliki oleh publik, yang bergeser dari punya negara menjadi punya publik, tidak ada.
Dia mengungkapkan, yang terjadi dari pembentukan holding ultra mikro tersebut hanyalah pergeseran antar entitas. Dalam artian proses ini tidak melibatkan pihak swasta.
"Hanya ini adalah hanya pergeseran dari entitas punya negara, dari kantong yang dulunya bernama kantong Pegadaian dan kantong PNM, pindah menjadi kantong, namanya kantong BRI," katanya.
Dengan demikian, lanjut Nusron, dirinya tidak melihat ada potensi politisasi dari pembentukan holding tersebut. "Hanya ini kemudian menumbuhkan kapitalisasi dan masing-masing sama-sama muncul benefit, sama-sama mempunyai kemanfaatan," imbuhnya.
Karenanya, mantan Ketua GP Ansor itu menegaskan DPR akan membantu pemerintah dalam menjelaskan kepada publik tentang manfaat dan keuntungan yang bisa didapatkan dari holding ultra mikro yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN tersebut. Nusron menyebut isu politisasi tidak boleh menjadi bola liar yang akan mengganggu kinerja ketiga BUMN tersebut.
"Karena ini adalah peristiwa bisnis, maka pekerjaan anggota DPR adalah membantu pemerintah untuk menjelaskan sama publik. Untuk menghentikan isu isu liar bahwa ini dianggap, ditarik, dalam konteks peristiwa politik, supaya tidak makin hari, makin membesar," tegas Nusron.
Nusron menambahkan pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam upaya meningkatkan kapasitas bisnis perusahaan pelat merah.
"Saya minta Pak Menteri [Erick Thohir] dengan pimpinan sidang pada rapat hari ini, harus jelas statement-nya serta filosofi, ada penegasan bahwa ini adalah peristiwa bisnis bukan peristiwa politik sehingga jangan ditarik-tarik ke dalam wilayah tarikan politik," tutupnya.
(osc)
Berita Terkait :
- Batik Air Jelaskan Penumpang Meninggal Usai Sesak Nafas0
- Harga Emas Antam 18 Maret Naik ke Rp.935 Ribu0
- Dukung Pemulihan AS, The Fed Pertahankan Suku Bunga Rendah0
- Aturan Khusus THR 2021 Ditargetkan Kelar Awal Ramadhan0
- Mendag Sebut Impor Beras Untuk Invertasi Harga Saat Naik0
_Black11.png)









