- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
Dua Bocah Tewas Bermain di Bekas Galian C

Rumah duka korban tenggelam di Kabupaten Kampar. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Dua keluarga di Dusun Teratak Buluh, Kelurahan Pasir Sialang, Kabupaten Kampar, dirundung duka. Dua bocah laki-laki dari keluarga itu tenggelam setelah bermain di bekas galian C atau penambangan pasir serta batu.
Dua bocah tenggelam ini bernama Atta Fatar Maulana (7) dan Aan Adi Putra (5). Rumah keduanya saling berdekatan dan sering bermain bersama hingga hari nahas tiba pada Senin, 22 Maret 2021.
Kapolsek Bangkinang Kota Inspektur Satu Era Maifo membenarkan kejadian tersebut. Dia menyebut kejadian bermula ketika Atta dan Adi bermain sepeda tak jauh dari rumah.
"Keduanya bermain siang hari, kemudian menjelang petang tidak terlihat lagi," kata Era, Selasa siang, 23 Maret 2021.
Orang tua dari kedua bocah malang itu kemudian mencari di sekitar dusun. Tak lama setelah itu, sepeda dua bocah itu terlihat di pinggir jalan tak jauh dari bekas galian tersebut.
"Pada pukul 18.00 WIB dikarenakan kedua korban belum ditemukan, pihak keluarga bersama warga sekitar, selanjutnya dilakukan pencarian," kata Era.
Orang tua korban curiga anaknya tenggelam di bekas galian itu sehingga masyarakat menyelam di bekas galian tersebut. Beberapa jam menyelam di air dengan kedalaman 4 meter, korban Adi ditemukan.
Selang 20 menit kemudian ditemukan pula korban Atta. Kedua korban sudah tak bernyawa, selanjutnya dibawa ke rumah duka masing-masing lalu dimakamkan.
"Keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan yang diserahkan ke kami," sebut Era.
Atas kejadian ini, Kapolsek mengucapkan duka mendalam. Dia juga menghimbau masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap anak agar tidak bermain di lokasi kejadian.
"Agar kejadian serupa tidak terulang lagi," imbuh Kapolsek. (syu)
Berita Terkait :
- Juara Umum II, Camat Tambang Sampaikan Terima Kasih0
- Bupati H Catur Sugeng Sebut Juga Tambang Saat Gerakan Kampa Bersih0
- Gubernur Riau Pesankan Hal Ini Kepada Guru dan Siswa0
- Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Astra Zeneca di Jombang0
- Kapolri Ajak Pemuda Masjid Lawan Radikalisme dan Intoleransi0
_Black11.png)









