- Bhabinkamtibmas Dukung Program Ketahanan Pangan di Desa Lintas Utara
- Sambut Hari Bhayangkara, Polsek Keritang Gotong Royong di Rumah Allah
- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
Ekonomi RI Tumbuh Moncer Tapi Tak Mampu Redam Ancaman PHK

Jakarta, VokalOnline.Com - Pengusaha sangsi ekonomi Indonesia yang tumbuh kuat 5,72 persen pada kuartal III 2023 mampu meredam ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri.
Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani mengatakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang terbantu oleh kebijakan pemerintah, seperti bantuan sosial yang ditambah anggarannya tahun ini.
Sedangkan dari sisi industri pertumbuhannya melambat karena perekonomian dunia ataupun mitra dagang utama yang tertekan, sehingga kemungkinan PHK tak bisa dihindarkan.
"Ancaman PHK akan menjadi problem tersendiri. Karena perusahaan pasti akan membuat efisiensi perusahaan untuk preparing menghadapi ekonomi yang semakin melandai," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (8/11).
Menurutnya, salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk mencegah PHK besar-besaran adalah memberikan stimulus bagi perusahaan. Sebab, jika PHK terjadi pertumbuhan ekonomi yang sudah kuat saat ini bisa kembali tertekan.
"Pemerintah harus memberikan insentif terbaik agar perusahaan padat karya meminimalisir kebijakan PHK ini. Baik melalui kebijakan moneter maupun fiskalnya. Karena kalau terlalu banyak pengangguran, hal itu akan semakin mempersulit pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi," jelasnya.
Senada, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Kadin Indonesia Benny Soetrisno mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional tinggi, tapi permintaan turun. Hal ini membuat pelaku usaha mau tidak mau melakukan efisiensi pengeluaran, salah satunya dengan PHK.
"Untuk industri padat karya sih udah pasti ada PHK karena pasar ekspor permintaan menurun. Demikian pula pasar domestik yang di barang-barang impor," pungkasnya.**syafira
Berita Terkait :
- Melihat Kelebihan Tunjangan Guru Rp23 T versi Anies dan Staf Menkeu0
- Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi Melambat pada Kuartal IV0
- Kemenparekraf Kolaborasi dengan University of Surrey Inggris0
- Harga Emas Bangkit di Level Rp961 per Gram Imbas Pelemahan Dolar AS0
- Jelang Rilis Data Inflasi AS Rupiah Menguat ke Rp15.655 per Dolar AS0
_Black11.png)









