- Alat Berat Masuk Diam-diam, Kebun Petani di Sungai Raya Hancur dan Konflik Meledak
- Hadir di Tengah Masyarakat, Polsek Batang Cenaku Dukung Kesejahteraan Petani
- Gerak Cepat Polsek Merbau Tiga Pencuri Serang Walet Dibekuk Hanya Dalam Hitungan Jam
- Tragis, Seorang Ibu di Meranti Ditemukan Meninggal di Tangki Air Bawah Tanah
- Mahasiswa Pendidikan Biologi UNRI Gelar Pekan Penghijauan XXXV untuk Rehabilitasi Sungai Kampar
- Prestasi Internasional: Rafif Adinata Ramadhan Masuk NUS, Inspirasi Pelajar Indonesia
- Rombongan Harmoni Kasih Rayakan Silaturahim Lewat Wisata Budaya Siak
- Siak, Wajah Budaya Melayu Indonesia, Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Kreatif
- Polsek Merbau Dukung Ketahanan Pangan Lewat Pengecekan Lahan Jagung
- Ketua Yasrah Buka Suara Soal Kritik Mahasiswa terhadap Pembangunan Unilak
Fakta Unik pada Hari Down Syndrome Sedunia

Ilustrasi. Istimewanya seorang yang mengidap down syndrome (foto: Parenting)
Vokalonline.com- Dilansir dari CNN Indonesia -- Tanggal 21 Maret selalu diperingati warga dunia sebagai hari internasional down syndrome (HDSD), di mana pada 2021 ini temanya adalah connect.
Tema itu memiliki makna agar dapat tetap terhubung dan membagikan pengalaman ataupun pengetahuannya serta mendukung kesetaraan untuk orang- orang yang mengalami Down Syndrome. Tema itu pun terinspirasi dari pandemi Covid-19 yang mengharuskan manusia beradaptasi untuk tetap terhubung satu sama lain dan menjadi peluang mencari cara baru untuk terus terhubung.
Ada pun beberapa fakta untuk mengenal Down Syndrome adalah sebagai berikut:
1. Memiliki angka harapan hidup yang tinggi
Down Syndrome bukanlah sebuah penyakit namun merupakan kelainan kromosom yang dialami seseorang akibat jumlah kromosomnya melebihi kromosom pada umumnya.
Dokter Kandungan Andrianjsah Dara SpOG menjelaskan normalnya manusia memiliki 46 kromosom dari 23 pasang kromosom pada saat lahir. Sementara itu, lanjutnya, orang yang mengalami down syndrome memiliki satu kromosom lebih sehingga ia memiliki 47 kromosom. Kelainan kromosom yang dikenal juga sebagai trisomi 21 atau kelebihan jumlah kromosom pada kromosom nomor 21 yang berjumlah tiga (tri) sementara orang normal pada umumnya hanya memiliki dua.
Mereka memiliki angka kehidupan tinggi dibanding dengan kelainan genetik lainnya seperti trisomi 13 (sindrom patau) ataupun trisomi 18 (sindrom edward).
2. Lemas otot dan perubahan wajah
Ahli Sitologi Genetika dokter Lydia Pratanu dari RSAB Harapan Kita menyebutkan dua ciri khas yang dimiliki orang down syndrome adalah lemas otot dan perubahan wajah. Lemas otot artinya pemilik down syndrome tidak memiliki otot yang kuat dan cukup lemah dalam kegiatan fisik. Sementara untuk perubahan wajah bisa terjadi karena struktur kepala yang berubah. Keterbatasan pada fisik maupun intelektual juga umum dialami para pemilikdown syndrome. Di samping itu mereka juga rentan terserang penyakit karena sistem imun yang kurang optimal. Semuanya itu terjadi akibat adanya kelebihan satu kromosom.
3. Stimulasi bantu down syndrome hidup normal
Down Syndrome bukanlah penyakit sehingga tidak bisa diobati. Selain itu, stimulasi sejak awal kelahiran dapat membantu para pemilik down syndrome menjalani kehidupan normal. Stimulasi dengan melatih kekuatan otot lewat fisioterapi juga lambat laun dapat membuat kekuatan otot bertambah seiring berjalannya waktu.
Selain itu, stimulasi aktivitas seperti berjalan- jalan di taman, berkenalan dengan warga sekitar, melukis, hingga mendengarkan musik juga memengaruhi para pemilik kelainan kromosom itu untuk dapat memahami bentuk interaksi dan sosialisasi yang ada di masyarakat. Dengan stimulasi yang tepat dan dilakukan sejak dini, orang yang mengalami down syndrome dapat hidup secara normal dan tidak terhalang keterbatasannya.
Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (POTADS)
Membagikan tips dalam merawat anak- anak yang memiliki kelainan kromosom yaitu dengan memperkuat mental di tengah cibiran masyarakat. Pengurus inti dari POTADS Eliza Octavianti Rogi mengatakan seringkali ditemukan cibiran atau pun perundungan baik terhadap orang tua atau pun anak yang mengalami down syndrome.
"Mental orang tua harus kuat. Semakin besar anak kita tentu semakin terlihat perbedaannya. Tentu reaksi berbeda di masyarakat masih ada. Jadi kita sebagai orang tua harus merespon dengan baik. Beritahu anak kita kalau ada yang melakukan bullying itu tak perlu ditanggapi," kata Eliza dalam webinar bertajuk 'Mengenal Anak Down Syndrome Lebih Dekat'.
Pemberian edukasi kepada anak juga, kata dia, menjadi penting. Eliza menerangkan hal tersebut dapat membantu anak memahami dan beradaptasi dengan masyarakat yang memiliki banyak reaksi terhadap sebuah peristiwa.
Sementara untuk di lingkungan sekolah, Eliza berpesan kepada guru- guru yang memiliki murid down syndrome agar para guru bisa mengedukasi dan memberi pemahaman kepada anak- anak yang memiliki kromosom normal agar tidak melakukan bullying karena kondisi yang berbeda.
"Di sekolah, Guru itu memiliki peranan penting untuk mengedukasi kalau ada loh murid-murid dengan perbedaan fisik ini. Tapi meski mereka berbeda perlakuan buruk dan bullying itu tidak boleh dilakukan," ujar Eliza.
Di samping itu, Eliza berpendapat keterbukaan menjadi penting dalam penerimaan anak down syndrome di masyarakat. Menurutnya di masa keterbukaan saat ini, orangtua harusnya menunjukan anak- anak yang memiliki down syndrome kepada masyarakat agar hal itu terlihat normal dan bukan merupakan suatu masalah. Ia mengatakan tidak perlu menutupi keberadaan anak down syndrome sehingga masyarakat dapat menerima lebih baik kondisi yang berbeda itu.
"Ke tetangga itu saya tidak menutupi ya. Saya menunjukkan anak saya ke mereka agar mereka juga tahu bahwa ada loh anak yang seperti ini di tengah mereka," ujar Eliza.
Eliza berharap ke depannya para orang tua dapat memiliki mental yang lebih kuat, sehingga semakin banyak anak- anak dengan down syndrome di Indonesia memiliki kesempatan untuk dipandang setara dengan anak- anak lainnya.
(Antara/kid)
Berita Terkait :
- Merangsang Motorik Bayi Usia 1-3 Tahun0
- Kesalahan Umum Anda Gagal Atasi Insomnia0
- Waspada Bahaya yang Terjadi Karena Merokok0
- Bakteri yang Terdapat Pada Bulu Kucing 0
- Tantangan Berat Tidur Teratur di Masa Pandemi 0
_Black11.png)









