- Dugaan Gratifikasi di Tengah Konflik Petani dan PT SBP, Kejari Inhu Mulai Periksa Saksi Pelapor
- Suasana Paripurna HUT ke-69 Riau Berubah Semarak Saat Dodi Irawan Bacakan Laksamana Riau
- Ketahanan Pangan Dimulai dari Pekarangan, Polsek GAS Kawal Budidaya Ikan di Sungai Iliran
- Kapolsek Enok: Swasembada Pangan Dimulai dari Optimalkan Lahan Pekarangan
- Hulu ke Hilir Swasembada Pangan, Polsek Enok Masuk ke Kebun Warga
- Kodim 0314/Inhil Genjot Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Demi Kelancaran Akses Warga
- Menolak Penertiban Kaswasan Hutan, Pengelola eks PT WMI Tantang Prabowo: Saya Akan Temui President
- Kapolsek Keritang: Panen Jagung Bersama Warga Wujud Nyata Polri Dukung Program Presiden
- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
Tragis, Seorang Ibu di Meranti Ditemukan Meninggal di Tangki Air Bawah Tanah

Meranti, VokalOnline.Com - Warga Desa Maini Darul Aman, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita paruh baya di dalam tangki air bawah tanah rumahnya, Kamis (7/5/2026) sore.
Selain itu, Korban diketahui bernama Warsiah (57), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Sentosa, Dusun Sali, Desa Maini Darul Aman.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Tebing Tinggi Barat Ipda D.Turnip, SE menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah suami korban, Sairan, pulang dari pasar sekitar pukul 14.30 WIB dan tidak menemukan istrinya di dalam rumah.
Saat melakukan pencarian di sekitar rumah, saksi melihat penutup tangki air bawah tanah dalam kondisi terbuka sehingga menimbulkan kecurigaan.
“Karena curiga, saksi kemudian menyalakan mesin air untuk mengurangi volume air di dalam tangki yang saat itu penuh,” ujar Kapolsek.
Setelah proses pengurasan berlangsung sekitar dua jam dan air mulai surut, saksi bersama Kepala Desa Maini Darul Aman, M. Syafuan, serta sejumlah warga melakukan pemeriksaan ke dalam tangki tersebut.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan terapung di ujung tangki bawah tanah. Warga bersama Bhabinkamtibmas brigadir Wahyu Sudrajat, SIP langsung mengevakuasi jasad korban.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mendapati tangki air tersebut memiliki luas sekitar empat meter dengan kedalaman kurang lebih dua meter. Saat ditemukan, korban mengenakan baju hijau dan celana panjang abu-abu.
Berdasarkan keterangan keluarga, Warsiah diketahui mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2011 dan rutin mengonsumsi obat Haloperidol yang digunakan untuk menangani gejala skizofrenia dan halusinasi.
“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi,” jelas Kapolsek.
Polisi menyimpulkan korban meninggal dunia akibat tenggelam di dalam tangki air bawah tanah rumahnya.
Jenazah rencananya dimakamkan pada Jumat (8/5/2026) pagi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Maini Darul Aman, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan kejadian darurat maupun aktivitas mencurigakan melalui layanan Call Center 110.(Bom).
Berita Terkait :
- Kejari Kampar Terima Empat Tersangka Korupsi Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering0
- Gubernur Riau Dukung Pembangunan 1.000 Rumah Buruh Sawit0
- Petugas Bandara Gagalkan Penyelundupan Puluhan Anak Buaya Muara0
- Warga Pekanbaru Tangkap Laki-laki Suka Pamer Alat Vital di Perumahan0
- BBKSDA Temukan Pondok Perambah Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil0
_Black11.png)









