- Erfan Panca Putra Terpilih Aklamasi Pimpin FAJI Riau Periode 2026–2030
- Sukses Bangun Sinergi Daerah, Hotli Maruli Sirait Terima Penghargaan Khusus Bergengsi JMSI Award 202
- Pasca Kebakaran di PT Pulau Sambu di Guntung, Kapolsek Kateman: Sudah Kondusif, Tak Ada yang Perlu D
- Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Menteri Agama atas Program Masjid Ramah Pemudik
- Bupati Siak Kritik Formula DBH Migas, Daerah Penghasil Dinilai Dirugikan
- Infrastruktur Rusak dan Kecelakaan Berulang, Warga Desak PT EPE Turut Bertanggung Jawab
- Pemkab Siak Nilai Formula DBH Migas Saat Ini Merugikan Daerah Penghasil
- Pemkab Siak Optimalkan Aset Daerah, Lahan Tidur Disulap Jadi Sentra Pangan
- Pemkab Siak Pastikan Tak Ada Anak Gagal Sekolah karena Kendala Administrasi
- Pemkab Siak Dorong Wakaf Produktif Lewat Pembangunan Rumah Singgah Kesehatan
Gempa Jawa Barat Tidak Berpotensi Tsunami

Jakarta, VokalOnline.Com - Guncangan gempa dirasakan warga di wilayah Provinsi Jawa Barat, Jumat (18/2) dini hari tadi. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa terjadi di dua titik berbeda.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari PhD menjelaskan, gempa pertama terjadi di wilayah Garut dengan magnitude (M)2,7 pukul 01.30 WIB.
"Pusat gempa berada pada 30 Kilometer (km) barat daya Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, dengan kedalaman 2 km," katanya, Jum'at siang.
Sedangkan gempa kedua terjadi di wilayah Pangandaran dengan M5,3 pukul 02.50 WIB. Pusat gempa berada pada 249 Km barat daya Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, dengan kedalaman 10 km.
Berdasarkan pemodelannya, tambah Abdul, kedua gempa tersebut tidak memicu terjadinya tsunami. Namun demikian, para warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
Hingga kini Pusdalops BNPB masih memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat guna mendapatkan informasi terkini dilokasi kejadian.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya gempa. Pengetahuan mengenai lokasi titik kumpul terdekat juga harus tersampaikan keseluruh lapisan masyarakat untuk meminimalisir ancaman bahaya gempa bumi.***
Berita Terkait :
- Jurus BBKSDA Riau Cegah Gajah Masul Tol Pekanbaru-Dumai Lagi0
- Jokowi Dorong Sinergi dan Kolaborasi G20 Hadapi Ketidakpastian Global0
- Presiden: Percepatan Vaksinasi dan Prokes Kunci Pengendalian Omicron0
- Istana Bungkam, Lempar Polemik JHT ke Menaker Ida Fauziyah0
- Prabowo Gugat Balik 2 Perusahaan Asing soal Denda Sewa Satelit0
_Black11.png)









