- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
Gubernur Riau Abdul Wahid Silaturahmi ke Kejati, Bahas Optimalisasi Kinerja Pemerintah

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid melakukan kunjungan silaturahmi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau pada Selasa (18/3/2025). Dalam pertemuan tersebut, ia bertemu langsung dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Akmal Abbas beserta jajaran untuk membahas berbagai hal terkait optimalisasi kinerja pemerintah daerah, termasuk kerja sama dengan Kejati dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Hari ini agenda kita silaturahmi bersama Pak Kajati dan jajaran Kejati Riau dalam rangka optimalisasi kinerja pemerintah. Termasuk yang dibahas adalah menggali potensi PAD, ada hal yang ingin kita kolaborasikan bersama kejaksaan," ujar Gubri Wahid kepada awak media.
Selain itu, Gubri juga mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah menginventarisasi kondisi keuangan daerah. Salah satu perhatian utama adalah defisit anggaran yang sedang terjadi.
Untuk itu, pemerintah akan menentukan program prioritas yang harus segera dilaksanakan dan menunda beberapa kegiatan yang masih bisa dilakukan tahun depan.
"Kita sedang melakukan inventarisasi defisit anggaran. Ada kegiatan-kegiatan yang paling urgent yang harus dilaksanakan tahun ini, dan ada juga yang bisa ditunda untuk tahun depan," jelasnya.
Ketika ditanya mengenai dampak defisit terhadap pembangunan infrastruktur di Riau, Gubri mengakui bahwa hal tersebut akan berpengaruh. Namun, ia memastikan bahwa pemerintah akan tetap berupaya mencari solusi agar infrastruktur yang krusial tetap dibangun sesuai kebutuhan masyarakat.
"Hal ini pasti terdampak semua, namun saya jamin tidak ada jalan putus yang tidak bisa dilewati, kita pasti atasi. Itu sangat mendesak, karena berkaitan dengan ekonomi masyarakat," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa akses transportasi merupakan prioritas utama pemerintah. Infrastruktur jalan yang baik sangat penting untuk mendukung distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Hal ini berkaitan langsung dengan kebijakan pengendalian inflasi serta menjaga ketersediaan bahan pokok di Riau.
"Kalau jalan putus, transportasi barang dan orang akan terganggu. Saya lebih mengutamakan itu, karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah seperti mengendalikan inflasi dan menjaga ketersediaan bahan pokok. Itu yang paling penting," tutupnya.***Vol(Mcr/Mp)
Berita Terkait :
_Black11.png)









