- Sosialisasi Bahaya Narkoba untuk Remaja: Dampak Jangka Panjang pada Otak dan Kesehatan Mental
- ASITA Riau Harap PLT Gubernur Riau Bisa Realisasikan Bandara Udara Baru di Riau
- Business Matching: Rakerda ASITA Riau Hadirkan Pengusaha Wisata Malaysia 2026
- Amerika Bergolak dan Penuh Demonstran; Matinya Seorang Penyair Wanita, Dituduh Sebagai Teroris Domes
- Parisman Ihwan Resmi Buka Forki Riau Open Championship
- Peresmian Kantor SpektrumID.com: Langkah Baru PT Delif Mitra Sejahtera dalam Dunia Digital
- HUT ke-55 ASITA: Mewujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045
- Syahrul Aidi Tinjau Pembangunan Jalan Koto Damai-Suka Menanti yang Berasal dari Inpres 2025
- Bupati Asmar Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Tegaskan Kerukunan Sebagai Energi Pembangunan
- Polres Inhil Gelar Zoom Meeting dan Panen Raya Jagung Kuartal I 2026 Dukung Swasembada Pangan
Hasto Sentil Dinasti Politik: Kekuasaan untuk Rakyat, Bukan Keluarga

Hasto PDIP kritik dinastik politik yang disorot publik jelang Pemilu 2024. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, VokalOnline.Com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa kekuasaan harus didedikasikan bagi rakyat, bukan untuk per orangan apalagi keluarga.
Pernyataan itu disampaikan Hasto dalam pidato sambutannya di acara deklarasi dukungan barikade Gus Dur pimpinan Yenny Wahid, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (27/10).
"Bagaimana kekuasaan itu harus didedikasikan bagi rakyat bangsa dan negara bukan didedikasikan bagi ambisi orang per-orang apalagi suatu keluarga," Hasto di depan ratusan kader simpatisan Gus Dur yang hadir pada kesempatan itu.
Dia mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan Yenny Wahid dan para simpatisan Gus Dur kepada Ganjar-Mahfud. Hasto mengaku juga telah menyampaikan dukungan tersebut kepada Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri.
"Kita sangat berterimakasih. Ini adalah energi pergerakan kita," kata dia.
Usai acara, Hasto mengatakan isu dinasti politik merupakan isu yang juga berkembang di masyarakat. Dia mengaku juga mendengar dari sejumlah kalangan, mulai dari seniman, budayawan, hingga ilmuwan soal kekhawatiran dalam isu tersebut.
"Kami dengarkan dengan seksama, dengan jernih adalah suara-suara ketika oleh ambisi kekuasaan itu kemudian hukum mencoba untuk direkayasa melalui MK," kata Hasto.
"Ini yang didengarkan oleh PDIP, karena kami partai yang berasal dari rakyat. Suara-suara itu lah yang kemudian direspons dan Pak Ganjar-Prof Mahfud MD adalah jawaban agar keadilan bisa ditegakkan bagi semua," imbuhnya.(fit)**
Berita Terkait :
- Bupati Rohil Terima Penghargaan Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem,Acara Ini Dihadiri Wapres0
- Penandatanganan Perjanjian Pengalihan PI di WK Mahato Resmi Dilakukan0
- Anies Ungkap Biang Kerok Negara Bisa Kena Jebakan Kelas Menengah0
- Prabowo: Semua Partai Termasuk PDIP Ada Dinasti Politik0
- Batas Usia Capres-Cawapres Kembali Digugat ke MK0
_Black11.png)









