- Ratusan Petani Sungai Raya Bersiap Laporkan Dugaan Pengrusakan Kebun ke Polres Inhu
- Kekompakan Polsek GAS di Lahan Jagung, Petani Tidak Jalan Sendiri
- Alat Berat Masuk Diam-diam, Kebun Petani di Sungai Raya Hancur dan Konflik Meledak
- Hadir di Tengah Masyarakat, Polsek Batang Cenaku Dukung Kesejahteraan Petani
- Gerak Cepat Polsek Merbau Tiga Pencuri Serang Walet Dibekuk Hanya Dalam Hitungan Jam
- Tragis, Seorang Ibu di Meranti Ditemukan Meninggal di Tangki Air Bawah Tanah
- Mahasiswa Pendidikan Biologi UNRI Gelar Pekan Penghijauan XXXV untuk Rehabilitasi Sungai Kampar
- Prestasi Internasional: Rafif Adinata Ramadhan Masuk NUS, Inspirasi Pelajar Indonesia
- Rombongan Harmoni Kasih Rayakan Silaturahim Lewat Wisata Budaya Siak
- Siak, Wajah Budaya Melayu Indonesia, Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Kreatif
Hasto Sentil Dinasti Politik: Kekuasaan untuk Rakyat, Bukan Keluarga

Hasto PDIP kritik dinastik politik yang disorot publik jelang Pemilu 2024. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, VokalOnline.Com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa kekuasaan harus didedikasikan bagi rakyat, bukan untuk per orangan apalagi keluarga.
Pernyataan itu disampaikan Hasto dalam pidato sambutannya di acara deklarasi dukungan barikade Gus Dur pimpinan Yenny Wahid, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (27/10).
"Bagaimana kekuasaan itu harus didedikasikan bagi rakyat bangsa dan negara bukan didedikasikan bagi ambisi orang per-orang apalagi suatu keluarga," Hasto di depan ratusan kader simpatisan Gus Dur yang hadir pada kesempatan itu.
Dia mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan Yenny Wahid dan para simpatisan Gus Dur kepada Ganjar-Mahfud. Hasto mengaku juga telah menyampaikan dukungan tersebut kepada Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri.
"Kita sangat berterimakasih. Ini adalah energi pergerakan kita," kata dia.
Usai acara, Hasto mengatakan isu dinasti politik merupakan isu yang juga berkembang di masyarakat. Dia mengaku juga mendengar dari sejumlah kalangan, mulai dari seniman, budayawan, hingga ilmuwan soal kekhawatiran dalam isu tersebut.
"Kami dengarkan dengan seksama, dengan jernih adalah suara-suara ketika oleh ambisi kekuasaan itu kemudian hukum mencoba untuk direkayasa melalui MK," kata Hasto.
"Ini yang didengarkan oleh PDIP, karena kami partai yang berasal dari rakyat. Suara-suara itu lah yang kemudian direspons dan Pak Ganjar-Prof Mahfud MD adalah jawaban agar keadilan bisa ditegakkan bagi semua," imbuhnya.(fit)**
Berita Terkait :
- Bupati Rohil Terima Penghargaan Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem,Acara Ini Dihadiri Wapres0
- Penandatanganan Perjanjian Pengalihan PI di WK Mahato Resmi Dilakukan0
- Anies Ungkap Biang Kerok Negara Bisa Kena Jebakan Kelas Menengah0
- Prabowo: Semua Partai Termasuk PDIP Ada Dinasti Politik0
- Batas Usia Capres-Cawapres Kembali Digugat ke MK0
_Black11.png)









