- Polemik 469 Hektare Eks PT SAL, Talang Mamak Soroti Sanksi, Penguasaan Lahan dan TPPU
- Kapolres Inhu Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dan Komunikasi dalam Menjaga Kamtibmas
- Ketua FORKI Riau Parisman Ihwan Dijadwalkan Buka Karate Kid 3 Riau Open 2026
- Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif
- Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026 Resmi Dibuka, 728 Karateka Siap Bertanding
- INKAI Prestasi Juara Umum Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026
- Lewat Neo Energy Meet Up di Pekanbaru
- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
Ikuti Pelatihan Pra Pensiun Karyawan RAPP Sambut Pensiun Dengan Mantap

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Human Resources Department (HRD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menyelenggarakan pelatihan Pra Pensiun Batch 11 untuk 33 karyawan berusia 53 tahun di APRIL Learning Institute (ALI) pada Rabu (20/7/2022), di Pangkalan Kerinci.
Materi pelatihan meliputi mindset menghadapi pensiun, persiapan perencanaan keuangan, tips memulai usaha, smartphone photography dan sesi konsultasi.
Pelatihan Pra Pensiun diberikan 2 tahun sebelum karyawan pensiun di usia 55 tahun. Pelatihan 4 hari ini bertujuan untuk menyiapkan mental dan mengubah mindset karyawan menjelang pensiun. RAPP menggandeng Indonesia Professional Development Center (IPDC) Training Institute sebagai konsultan pelatihan yang dilaksanakan secara ekstensif selama 4 hari.
HR Manager RAPP Wilim mengajak peserta untuk mengikuti pelatihan dengan tekun agar memiliki gambaran yang lebih komprehensif mengenai rencana pensiun.
“Kami berharap pelatihan-pelatihan yang diberikan akan menjadi bekal bapak dan ibu agar bisa hidup aman dan nyaman setelah pensiun, mengubah mode dari karyawan menjadi wirausahawan," ucap Wilim saat membuka acara.
Anjasmara Dewi Permatasari, M.Psi., Psikolog, konsultan dari IPDC Training Institute mengatakan memasuki masa pensiun tanpa persiapan akan sangat berdampak secara fisik dan psikis. Tidak sedikit yang mengalami post powersyndrome yang berakibat pada buruknya relasi sosial, sakit-sakitan, atau bahkan mengalami kekacauan finansial.
Lebih lanjut Anjasmara mengatakan setelah pensiun tujuan bekerja adalah untuk mengisi waktu luang dan melakukan kegiatan sesuai hobi atau passion.
"Cari kegiatan yang membuat bapak dan ibu senang, bebas stress dan tetap produktif agar terhindar dari penyakit pikun atau dementia," ujar Anjasmara.
Aladin Sirait, karyawan PT Prima Tansport Indonesia (PTSI) yang telah bekerja selama 26 tahun di Grup APRIL mengikuti pelatihan bersama istrinya, Erni. Aladin mengatakan bahwa bersyukur atas semua pencapaian adalah kunci menyambut masa pensiun yang telah di depan mata. (***)
Berita Terkait :
- KAMMI Riau Desak KPK Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah dan Bansos Siak 2011-20190
- Alhamdulillah Angka Kemiskinan Riau Menurun Dan Ekspor Meningkat0
- Dua alat berat di tangkap KPH Kesatuan Pengelolaan Hutan0
- TNTN Berencana Evakuasi Gajah Liar di Rantau Baru0
- Polres Pelalawan Tangkap 4 PNS DLHK Lakukan Pemerasan0
_Black11.png)








