- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
TNTN Berencana Evakuasi Gajah Liar di Rantau Baru

Petugas Balai TNTN dan BBKSDA Riau memantau keberadaan gajah yang masuk ke kebun warga di Dusun Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com -Sudah dua bulan konflik gajah dengan manusia terjadi di Dusun Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Upaya penggiringan ke habitat sudah berulang kali dilakukan tapi gajah tetap kembali ke kebun masyarakat.
Gajah itu berasal dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Salah satu penyebab gajah keluar taman itu karena habitatnya kian sempit akibat pembukaan lahan di kawasan yang dilindungi oleh negara tersebut.
Pihak TNTN bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau berencana mengambil putusan terakhir penanganan konflik. Yaitu evakuasi atau memindahkan gajah ke lokasi lainnya agar tidak kembali lagi ke kebun warga.
Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro menjelaskan, evakuasi dilakukan jika penggiringan dalam beberapa hari ke depan tidak membuahkan hasil. Evakuasi akan dilakukan dengan analisis dan pertimbangan matang.
"Termasuk tempat rilis (pelepasan gajah setelah evakuasi) agar berjalan lancar dan sukses," kata Heru.
Heru menyebut ada beberapa kendala penggiringan di lokasi. Salah satunya lokasi berawa gambut sehingga petugas kesulitan mendekati gajah.
"Kemudian kurangnya dukungan dari masyarakat atau pemilik kebun," ucap Heru.
Selama di lapangan, petugas melihat ada tiga gajah liar masuk ke kebun masyarakat. Gajah itu berasal dari lansekap TNTN yang memang diperuntukkan pemerintah sebagai kawasan konservasi gajah.
"Gajah ini terdiri dari 2 dewasa dan 1 anak, posisi terakhir ada di Dusun Rantau," kata Heru.
Di kebun sawit dusun tersebut, petugas menemukan jejak gajah. Ada juga bekas tempat mandi gajah atau istirahat serta bekas tanaman sawit yang dimakan.
"Berdasarkan analisa dari mahot gajah, jejak itu masih baru dan diperkirakan gajah baru saja melintas di lokasi," kata Heru.
"Pihak terkait tengah mencari solusi terbaik soal gajah ini karena dalam dua bulan terakhir sering terjadi konflik," tambah Heru. (syu)
Berita Terkait :
- Polres Pelalawan Tangkap 4 PNS DLHK Lakukan Pemerasan0
- Tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dibantu oleh istrinya. IST0
- Kasus HIV/AIDS di Riau Tinggi Banyak Pasien Belum Miliki Kesadaran Minum Obat0
- PT SAL di Inhu Ditaksir Rugikan Negara Mencapai Rp12 terliun, Hutan Talang Jadi Kebun Sawit0
- Sinergitas TNI-Polri dan Instansi Terkait Dalam Mencegah Penyebaran PMK di Kabupaten Kuantan Singing0
_Black11.png)









