- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
IRT Korban Pemerkosaan di Rohul Ungkapkan Keinginan Jujur
Ngaku Telah Berbohong

Korban pemerkosaan di Rokan Hulu (tengah) mengaku telah berbohong dan merekayasa kasusnya. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Ibu rumah tangga berinisial Z yang mengaku menjadi korban pemerkosaan di Rokan Hulu mengaku telah berbohong. Pengakuannya telah dirudapaksa oleh empat pria teman suaminya disebut sebagai rekayasa belaka.
Hanya saja, ibu muda ini tak mengetahui apa motif suaminya menyuruh berbohong. Apakah ada dendam karena pekerjaan karena suaminya berteman dengan empat pria yang dituduhnya.
Kepada wartawan, Z mengaku sudah ingin berkata jujur. Namun sang suami selalu mengintimidasi, bahkan mengancam akan membunuh dia bersama anaknya jika tidak mau berbohong.
Kebohongan Z kepada penyidik akhirnya tak terelakkan setelah Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menggunakan alat deteksi kebohongan. Penggunaan alat ini karena Z selalu merubah keterangan.
"Ya, karena alat itu (usai diperiksa dengan alat deteksi kebohongan," kata Z.
Sementara itu, dua kuasa hukum Z, Andri Hasibuan dan Firnando Hutagalung menyebut dugaan kebohongan Z sudah tercium sejak kasus ini diambil alih oleh Polres Rokan Hulu.
Selanjutnya Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau ikut terlibat dan menggunakan kriminal sistem investigasi. Sejumlah alat digunakan sehingga tidak ada yang bisa mengelak.
"Jadi sejak di Polres, dilakukan tracing hingga akhirnya terungkap," kata Andri.
Andri dan Firnando kemudian bersepakat dengan Z untuk membuka semua ini. Pernyataan harus dibuat karena sudah banyak pihak yang telah dirugikan atas pengakuan Z ini.
Atas pengakuan ini juga, terhitung Selasa siang, 21 Desember 2021, Andri dan Firnando mengaku telah memutus kuasa terhadap Z dan suaminya.
"Terhitung hari ini kami tidak kuasa hukum lagi dari Z," tegas Andri.
Andri bersama Firnando mengaku akan berdiskusi untuk tindakan hukum selanjutnya karena juga merasa dibohongi oleh Z.
Agar Z tidak tinggal sendiri karena ada potensi ancaman dari suaminya, Andri sudah menghubungi keluarga Z untuk melindungi.
Di sisi lain, Z sendiri masih di bawah perlindungan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Riau.
"Sampai saat ini masih dan selama pemeriksaan selalu didampingi oleh PPA Polda Riau, polisi juga siap," kata Andri. (syu)
Berita Terkait :
- IRT Korban Pemerkosaan di Rohul Ngaku Dipaksa Suami0
- Mengejutkan, IRT Korban Pemerkosaan di Rohul Ngaku Sudah Berbohong0
- Warga Kampar Ditangkap Polisi Sebar Hoax Soal Vaksin0
- Kejari Selamatkan Aset Pemda Kampar di Kota Padang0
- Menunggu Penyerahan Tersangka Korporasi Pembakar Lahan di Siak0
_Black11.png)









