IRT Ngaku Korban Perkosaan Pernah Bersumpah di Kuburan

Publisher Vol/Syu Hukum
22 Des 2021, 17:53:15 WIB
IRT Ngaku Korban Perkosaan Pernah Bersumpah di Kuburan

PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Advokat Andri Hasibuan dan Firnando Hutagalung terlihat kesal setelah mengetahui ibu rumah tangga inisial Z merekayasa pemerkosaan. Pasalnya, selain habis tenaga, keduanya juga memfokuskan pikiran agar kasus yang menghebohkan Riau dalam beberapa pekan terakhir berlanjut.

Andri menyebut harus bolak-balik dari Jakarta ke Riau, mulai dari Pekanbaru hingga ke Rokan Hulu, untuk mendampingi Z. Apalagi perempuan 19 tahun itu mengaku menjadi korban pemerkosaan dan anaknya meninggal karena dibanting oleh pelaku Andika.

"Bahkan saat saya sidang di Jakarta, saya sempatkan angkat telepon ibu itu," cerita Andri.

Awalnya, Andri dan rekannya Firnando percaya bahwa Z sudah menjadi korban pemerkosaan di Rokan Hulu. Pernah sempat curiga karena keterangan Z selalu berubah tapi Andri mencoba percaya.

Kepercayaan Andri kian kuat setelah suami Z, Surya, pernah mengutarakan niat akan meminum racun bersama istri dan anaknya. Pasalnya Surya mengatakan sudah kehabisan akal agar kasus ini naik saat semua orang ragu.

"Siapa yang gak percaya bang, mau minum racun sekeluarga dia," kata Andri.

Selain ancaman minum racun, Surya dan Z juga pernah mengajak Andri ke kuburan anaknya. Pasangan suami-istri itu bersumpah di atas kuburan dan menyatakan bahwa pemerkosaan itu memang terjadi.

"Sampai sumpah kuburan bang," tegas Andri.

Belakangan, Z menyatakan telah berbohong atas kejadian pemerkosaan baik oleh Andika ataupun tiga pria lainnya. Hanya saja, Andri dan Firnando belum memutuskan melaporkan Z karena menjadi korban kebohongan.

Z sendiri mengaku berbohong karena takut kepada Surya. Pria yang sudah mengasihnya dua anak itu, satu meninggal dunia, disebut sering menganiaya kalau Z ingin berkata jujur.

Hanya saja, Z tidak mengetahui apa motif suaminya meminta dirinya merekayasa kasus ini. Entah karena kecemburuan karena Z pernah dituduh selingkuh atau karena pekerjaan.

Z secara langsung sudah meminta maaf kepada Andri dan Firnando. Begitu juga dengan Polda Riau, Polres Rokan Hulu dan Polsek Tambusai Utara karena rekayasa kasus ini. (syu)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment