- Dari Desa Teluk Sejuah untuk Indonesia, Polsek Kelayang Galakkan Ketahanan Pangan
- Petani Cabai Aur Cina Dapat Dukungan Langsung dari Kapolsek Batang Cenaku
- Bhabinkamtibmas Polsek Keritang Cek Peternakan Sapi di Desa Kotabaru Seberida
- Polsek Enok Dorong Kemandirian Warga, Hama Tanaman Pekarangan Jadi Sorotan
- Polri Hadir, Pekarangan Hijau, Polsek Enok Kawal Ketahanan Pangan Kel Enok
- Dari Desa untuk Negeri, Polsek Kelayang Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Sambang Petani
- Bibit Sampai ke Panen, IPTU Andi Purba Kawal Jagung Teluk Sungka Bersama Warga
- Cabe Sungai Iliran Disambangi Aipda Andromik, Produktivitas Warga Jadi Fokus Polsek GAS
- Bhabinkamtibmas Desa Sungai Pasir Putih Tinjau Kesehatan dan Produktivitas Ternak Sapi Warga
- Dari Bibit ke Panen, Bhabinkamtibmas Tanjung Harapan Gasskan Program Cabe dan Selada
ISMPI Aidil Akbar: Dorong Pemerintah untuk Perkuat Hilirisasi Kelapa di Inhil
Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia

Koordinator Bidang Perwakilan Musyawarah Wilayah I ISMPI (Aidil Akbar)
INHIL, VokalOnline.com - Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) Wilayah I melalui Koordinator Badan Perwakilan Musyawarah Wilayah (BPMW), Aidil Akbar, dikirim kepada Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia untuk memberikan dukungan penuh terhadap hilirisasi kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia, Inhil menyimpan potensi strategi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan rantai industri berbasis komoditas perkebunan. Namun hingga saat ini, sebagian besar produk kelapa masih dijual dalam bentuk bahan mentah, sehingga petani belum memperoleh nilai tambah yang optimal.
“Sudah saatnya Inhil tidak hanya dikenal sebagai hamparan kelapa dunia dari sisi komoditas mentahnya, tetapi juga sebagai pusat industri turunan kelapa yang bernilai ekonomi tinggi. Hilirisasi bukan sekedar pilihan, tetapi kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Aidil Akbar.
Dalam pernyataannya, Aidil meminta agar Kementerian Pertanian membuka ruang kolaborasi dengan Pemerintah Daerah serta masyarakat, khususnya dalam penguatan dan percepatan pengembangan UMKM berbasis kelapa yang dikelola oleh petani dan kelompok masyarakat lokal. Menurutnya, UMKM menjadi ujung tombak transformasi ekonomi karena lebih dekat dengan basis produksi dan distribusi manfaat kesejahteraan.
Aidil juga menekankan urgensi penetapan harga standar kelapa nasional yang berkeadilan, sebagai bentuk perlindungan terhadap petani dari dinamika pasar dan monopoli harga oleh pihak tertentu.
“Fluktuasi harga kelapa yang tidak stabil berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, kami mendesak untuk menetapkan standar harga yang jelas, transparan, dan menguntungkan petani. Kebijakan harga adalah bentuk keberpihakan negara terhadap rakyat yang telah menjadi bagian dari tulang punggung sektor pertanian,” lanjutnya.
ISMPI Wilayah I menyatakan siap menjadi mitra kritis, strategis, dan kolaboratif bagi pemerintah, sejarawan, dan pelaku sektor pertanian dalam mendorong pembangunan perkebunan kelapa yang lebih maju dan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya menyuarakan kepentingan petani, tapi juga masa depan sektor pertanian Indonesia. Hilirisasi kelapa di Inhil bukan hanya agenda daerah, melainkan agenda nasional,” tutup Aidil Akbar.**
Berita Terkait :
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
- Musrenbang RKPD Kampar 2021 Berjalan Sukses0
- Teller Bank Ini Bobol Rekening Tiga Nasabah Rp1,3 Miliar0
- Saksi Sebut PT Wijaya Karya Sudah Disetting Untuk Menang0
- Komunitas Paslaku Kenalkan Potensi Wisata Riau0
_Black11.png)









