- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
Jalan Lintas Riau - Sumut Jadi Ajang Tambal Sulam, Pengemudi Minta KPK RI Lakukan Tindakan

Ket poto : Inilah beberapa titik jalan lintas Riau - Sumut, yang saat ini telah di kikis untuk dilakukan tambal sulam.
ROKANHILIR, VokalOnline.Com - Saat ini tengah gencar - gencar dilakukan perbaikan jalan oleh pemerintah melalui pengusaha atau pemenang tender pengerjaan, yang mungkin bertujuan untuk mempelancar arus mudik Lebaran Idul Fitri 1445 H, Tahun 2024 ini.
Tidak terkecuali juga jalan lintas Riau - Sumut. Jalan tersebut saat ini tengah dilakukan perbaikan dengan cara tambal sulam ( aspal lama di kikis dulu, baru ditimpa lagi dengan aspal baru.red ).
Seperti pantauan dilapangan, pada Rabu - Kamis (20 - 21 / 3 / 2024), dimana ada sejumlah titik terdapat jalan yang telah di kikis, namun belum ditimpa lagi dengan aspal yaitu dari daerah Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sampai di dearah Kulim, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.
Namun yang menjadi tanda tanya, aspal yang dikikis itu diduga ada yang dijual ke masyarakat dengn harga Rp.500ribu sampai Rp.700ribu / Dum Truck.
"Kalau itu sudah tidak rahasia lagi pak, cuma kita tidak tau uang hasil jual aspal kikis itu kemana pergi nya pak," kata Jakpar (47) salah seorang sopir lintas Sumatera.
Atas hal itu Jakpar berharap kepada Komisi Pemberantas Korupsi Republik Indonesia ( KPK RI ) untuk segera melakukan tindakan dilapangan. "Kita orang kecil aja tau jual beli aspal kikis itu masuk ranah korupsi, masak orang besar itu tidak tau," cetusnya.
Senada diungkapkan Tigor (36) yang juga merupakan sopir lintas Riau - Sumut. Menurutnya jalan tambal sulam menjadi ajang proyek cepat caer. Dimana, hampir setiap bulan dilakukan tambal sulam tersebut. "Apalagi mau lebaran seperti sekarang ini, pasti sibuk dilakukan tambal sulam," imbuhnya.
Padahal menurutnya, perbaikan tambal sulam itu tidaklah mempercantik kondisi jalan, melainkan mempertambah rusak keadaan jalan. "Cobalah kita perhatikan, saat ini di kikis tapi entah kapan ditimbal lagi yang di kikis ini. Dan kalaupun udah di aspal lagi, tapi hasilnya tidaklah rata seperti sebelumnya," tuturnya.
Jadi lanjutnya, agar proyek kepentingan pengusaha dengan oknum pemerintah yang diduga dapat untung dari proyek tambal sulam ini, maka dia sangat ikut mendukung KPK RI melakukan tindakan.
"Kalau tidak ada tindakan, kami yakin hal jual beli aspal dan tambal sulam ini menjadi ajang korupsi berkepanjangan nantinya," katanya.
Terkait pengerjaan tambal sulam di Jalan Lintas Riau - Sumut ini, ketika ditanya kepada pekerja apa perusahaan yang memberikan pekerjaan kepada mereka dan aspal kikis itu dibawa kemana atau dijadikan apa, para pekerja hanya menjawab, bahwa proyek tersebut dari dana pusat. (Jon )
Berita Terkait :
_Black11.png)









