- Konflik Agraria Inhu, DPR RI Minta Penangguhan Penahanan Mantan Kades Sungai Raya
- Bripda Renhard Bawa Nama Polres Meranti di Riau Challenge 2026, Raih Medali Perak
- LAMR Kepulauan Meranti Siapkan Empat Agenda Besar, Digelar 19–20 September 2026
- Pemkab Meranti dan UIN Suska Riau Buka Peluang Kolaborasi Pengembangan Potensi Daerah
- Diduga Terlibat Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 64 Tahun di Inhu Masuk DPO Polisi
- Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
- Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla 13 Hektare di Bengkalis
- Perawatan Jalan Berkelanjutan, PT PAS Mitra Agrinas Pastikan Pengangkutan TBS Tetap Lancar
- Firmansyah Resmi Diumumkan Dalam Paripurna Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru
Jokowi: 18 Pemimpin Negara Bakal Hadiri KTT G20 Bali, 3 Belum Pasti

VokalOnline.Com--Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sejauh ini sudah ada 18 pemimpin negara yang menyatakan bakal hadir dalam pertemuan tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali 15-16 November mendatang.
Jokowi mengatakan masih ada tiga negara yang belum mengonfirmasi apakah pemimpinnya bakal hadir ke Bali atau tidak.
"KTT G20, tinggal tiga (negara) yang belum (konfirmasi), nanti akan saya telepon untuk mengonfirmasi kedatangan beliau-beliau," ucap Jokowi kepada wartawan di JIExpo Kemayoran Jakarta pada Rabu (2/11).
Menurut Jokowi 17 sampai 18 pemimpin negara sudah mengonfirmasi akan hadir dan itu sebuah pencapaian yang bagus.
"Untuk angka 17-18 itu sudah sebuah angka yang sangat banyak sekali, di dalam keadaan normal pun angka 18 angka 17 sudah banyak sekali. Yang artinya dalam situasi yang sangat sulit seperti sekarang ini beliau-beliau yang datang merupakan sebuah kehormatan buat kita," paparnya.
Meski begitu, Jokowi enggan membeberkan negara mana saja yang sudah mengonfirmasi akan hadir dan tidak.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga mengatakan sudah ada 18 negara yang mengajukan pertemuan bilateral dengan Jokowi di sela-sela KTT G20 nanti.
Retno belum mau membeberkan daftar negara tersebut. Akan tetapi, ia memastikan Amerika Serikat menjadi salah satu negara dalam daftar itu.
"Untuk bilateral sejauh ini sudah, saya lupa datanya, tetapi sekitar 18-20 (perwakilan negara). Kita akan melakukan bilateral dengan Amerika," kata Retno di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (31/10).
Retno menyampaikan pihaknya sedang mengatur jadwal pertemuan bilateral tersebut. Dia berkata kemungkinan sebagian pertemuan tak digelar di sela-sela KTT G20.
Pemerintah akan menyediakan waktu untuk negara-negara itu bertemu Jokowi pada KTT ASEAN di Vietnam pada 10-13 November. Sebagian lainnya kemungkinan akan melakukan pertemuan bilateral dengan Jokowi pada KTT APEC di Thailand pada 15-16 November.
Gelaran KTT G20 kali ini menjadi sorotan lantaran terjadi di tengah invasi Rusia ke Ukraina dan ketika Indonesia menjadi tuan rumah.
Kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin pun menjadi sorotan karena sebagian negara G20 terutama Amerika Serikat dan sekutu menolak kehadiran perwakilan Moskow di forum tersebut.
Sementara itu, Indonesia, sebagai tuan rumah, menegaskan tetap mengundang seluruh anggota G20 dalam pertemuan puncak nanti.**Syafira
Berita Terkait :
- Supir Bupati Pelalawan Bakar Rumah Sendiri 0
- PD. Organda Rohil Data Angkutan Barang Dan Penumpang0
- Email Intelijen Rusia Bocor, Ungkap Putin Sakit Kanker-Parkinson0
- Kapolsek Jatiasih Dicopot Usai Tahanan Kabur0
- Jepang-Korsel Kalang Kabut Kim Jong Un Luncurkan 23 Rudal Dalam 2 Hari0
_Black11.png)









