Breaking News
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
JPU Sudah Hadirkan 10 Saksi di Sidang Korupsi Mantan Kades Mentulik

Sidang dugaan korupsi dana desa di Desa Mentulik yang dilakukan secara virtual. HASBI
BANGKINANG (VOKALONLINE.COM) - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar menghadirkan enam aksi dalam persidangan korupsi penyalahgunaan Dana Desa (DD) yang menjerat AZ. Terdakwa merupakan mantan Kepala Desa Mentulik, Kecamatan Kampar Kiri Hilir
Sidang ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Zulfadly dibantu dua hakim anggota, wan Irawan SH dan Adrian Hasiholan SE SH MH. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah K Ario Utomo Hidayatullah TA, M Sadiq Anggara dan Haris Jasmana.
Kasubsi Penuntutan Bidang Pidana Khusus Kejari Kampar K Ario Utomo Hidayatullah menyampaikan, enam saksi diminta keterangan untuk mengkroscek kerugian negera.
"Enam orang saksi yang dihadirkan yaitu Kasi Kesra, Kasi Pemerintahan, guru PAUD, bidan, Guru TPQ dan bendahara Bumdes," kata Ario.
Disambung Ario, sejauh ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah menghadirkan 10 saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana desa tersebut.
"Terdiri dari berbagai pihak, untuk minggu depan sidang masih dilanjutkan dengan menghadirkan saksi lainnya," sebut Ario.
Ario menjelaskan, terdakwa diduga menggelapkan
uang pembelian ambulance, gaji pegawai, pembelian pakaian desa dan lain-lainnya.
Semua kegiatan itu berasal dari APBDes. Terdakwa diduga mencairkan anggaran desa tidak sesuai dengan peruntukannya.
"Atas perbuatan tersangka AZ ini telah merugikan negara sebesar Rp 1.144.066.176,00," jelas. (hasbi
Berita Terkait :
- Bank BJB Dukung Sekolah Pasar Modal0
- Kapolda Buka Pelatihan Bagi Personel yang Akan Pensiun0
- Personel Brimob Menangis Dapat Rumah dari Kapolda Riau0
- Anggota Satpol PP Pekanbaru Bonyok Dihajar di Kamar Hotel0
- Polres Kampar Cari Dalang Pencurian Sawit Kopsa-M0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)









