- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
- Pelatihan Jurnalistik Digital, Koneksi Tingkatkan Kompetensi di Era Media Digital
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Resmi Dibuka, 1.050 Karateka Siap Bertanding
- Karmila Sari Buka Pelatihan Massal Kuliner, UMKM Diminta Terus Berinovasi
- BPP KAPMI Resmikan Kantor Baru di Menteng, Kukuhkan Tiga Tokoh Nasional sebagai Pembina
- Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Perbaiki Jalan Desa
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Perebutkan Piala Plt Gubernur, Dibuka Sabtu Besok
- Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM
- Rekor Berlanjut: MAN 1 Pekanbaru Jadi Penyumbang Peserta OSN Nasional Terbanyak dari Riau
- Pemko Pekanbaru Perjuangkan Hibah Aset Pemerintah Pusat Jadi Barang Milik Daerah
Kajati Ingatkan Kunci Jitu Hadapi Takdir Allah
Kajian Rutin Usai Zuhur Berjamaah

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Jajaran Kejati Riau kembali melaksanakan kajian rutin Ba'da Zuhur di Masjid Al-Mizan Komplek Perkantoran Kejati Riau di Jalan Jenderal Sudirman. Kepala Kejati Riau Dr Supardi mengisi kajian.
Dr Supardi membawakan tema 'Sabar dalam Menghadapi Takdir Allah SWT dan Kisah Tentang Salatnya Orang-Orang Shalih'.
Supardi menjelaskan, selama menjalani kehidupan di dunia ini banyak hal yang patut disyukuri. Takdir hidup yang dimiliki semestinya dapat diterima apa adanya.
"Walaupun segala perasaan tersebut kita rasakan di dalam hati dan tidak kita ucapkan namun Allah SWT Maha Mengetahui akan segala sesuatu. Maka dalam menjalani kehidupan ini, jadikanlah shalat dan sabar sebagai jalan penolong bagi kita," kata Supardi.
Supardi menyampaikan, jadikanlah salat itu sebagai suatu kebutuhan, tidak hanya sekadar sebagai suatu kewajiban sehingga dengan demikian tidak akan merasa berat dalam mengerjakan shalat.
Selanjutnya, tambah Supardi, berdo’alah kepada Allah SWT untuk meminta jalan penyelesaian dari masalah-masalah yang dihadapi. Dengan demikian maka akan merasa semakin dekat dengan Allah SWT dan dapat berkumpul dengan orang-orang yang shalih.
Dan selanjutnya Dr Supardi menyampaikan bahwa, kisah tentang salatnya orang-orang yang shalih. Dari Syaikh Abu Bakar Dharir Rahmatulah ‘alaih yang berkata "ada seorang pemuda yang tinggal bersamaku. Siang hari ia berpuasa dan malam hari ia bertahajud".
"Suatu hari ia datang dan bercerita kepadaku, semalam aku tertidur dan aku bermimpi melihat dinding mihrab telah terbelah dan keluar beberaapa gadis yang cantik jelita, namun salah seorang di antara mereka ada yang amat buruk mukanya."
Kemudian pemuda ini bertanya, "Siapakah kalian? Siapakah yang bermuka buruk itu?"
Mereka menjawab "Kami adalah malam-malammu yang dahulu yang penuh dengan ibadah dan yang buruk itu adalah malam mu yang dihabiskan untuk tidur."
"Maka sungguh rugi bagi kita jika tidak mengamalkan ibadah di malam hari. Padahal amalan ibadah di malam hari itu sangatlah baik untuk kita laksanakan," terang Supardi.
Supardi menerangkan, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 136 "Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal."
Dengan dilaksanakan Tausiyah Ba’da Dzuhur ini diharapkan pegawai Kejaksaan Tinggi Riau dapat menjalani kehidupan dengan tetap menerima takdir yang Allah SWT berikan dan senantiasa menjadikan shalat dan sabar sebagai penolong sehingga menjadi golongan orang-orang yang shalih.
Kegiatan Tausiyah Ba’da Dzuhur di Masjid Al-Mizan Kejaksaan Tinggi Riau mengikuti secara ketat protokol kesehatan (prokes).***
Berita Terkait :
- Ajak Masyarakat Teladani Nabi Muhammad SAW0
- Ops Zebra Lancang Kuning 2022 Selesai 7.604 Kendaraan Kena Tilang0
- Soal Aturan Baju Adat Jadi Seragam Sekolah Disdik Pekanbaru Sebut Sudah Lama Diterapkan 0
- Gubernur Riau dan Tokok-tokoh Riau Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 0
- Ketua FPII : Proses Pelaku Dengan Proses Hukum Yang Berkeadilan.0
_Black11.png)









