- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
- Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil
- 200 Karateka Inkanas Pekanbaru Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Semester I 2026
Kalahkan RI, Ekonomi Malaysia Melesat ke 14,2 Persen Kuartal III 2

VokalOnline.Com-- Pertumbuhan ekonomi Malaysia melonjak di 14,2 persen secara year on year pada kuartal III 2022. Capaian itu lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal II 2022 sebesar 8,9 persen.
Mengutip Reuters, Jumat (11/11), Gubernur Bank Negara Malaysia Nor Shamsiah Mohd Yunus mengatakan lonjakan pertumbuhan ekonomi ini dipicu oleh meningkatnya permintaan domestik dan ekspor yang kuat.
Sebelumnya, mengutip CNA, dalam jajak pendapat 1-8 November kepada 22 ekonom, ekonomi Malaysia diperkirakan tumbuh 11,7 persen pada kuartal Juli-September 2022 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal sebelumnya, ekonomi Negeri Jiran itu tumbuh 8,9 persen.
"Basis statistik yang rendah dari kuartal ketiga 2021, ketika ekonomi terkunci, akan berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan PDB yoy untuk kuartal ketiga 2022," kata Ekonom Asia di Capital Economics Shivaan Tandon, dikutip Rabu (9/11).
Perkiraan pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi domestik dan ekspor yang kuat. September lalu, Malaysia mencatat surplus perdagangan sebesar US$6,7 miliar, terbesar dalam lebih dari dua dekade.
Rekor tersebut tercipta karena ekspor Malaysia mencatat pertumbuhan dua digit sebesar 30,1 persen. Ekspor negara tersebut dipimpin oleh pengiriman yang lebih tinggi dari produk elektronik serta minyak dan gas di tengah harga yang tinggi.**Syafira
Berita Terkait :
- Waspada Ancaman Badai PHK Bisa Lebih Buruk Dibanding saat Awal Covid0
- Singapura Siap Gelontorkan Dana untuk Atasi Perubahan Iklim0
- Biaya Membengkak Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kekurangan Dana0
- Rugi Miliaran Jadi Alasan Bos The Good Dept PHK Karyawan0
- Jokowi dan Xi Jinping Batal Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung0
_Black11.png)









