- Polres Inhu Gelar Razia Sarang Narkoba di Kambesko, Dukung Terwujudnya Kampung Bersinar
- Perebutkan Piala Bupati, Kejuaraan Drumband Inhu Resmi Dibuka
- Syahrul Aidi Dukung MUI dan Forkomnas, Minta Pemerintah Konsisten Bela Palestina
- 600 Atlet INKANAS Berlaga di GDR Open Championship 1 Riau, Matangkan Persiapan Menuju Piala Kapolri
- Kasus ISPA di Meranti Capai 6.825 Kasus, Dinkes Minta Warga Waspadai Dampak Kabut Asap
- Cegah Masalah Hukum, Pemkab Meranti dan Kejari Ingatkan Kades Tertib Kelola Dana Desa
- Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
- Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI saat Bimteknas DPP PKS se-Indonesia
- Persiapan Capai 99 Persen, Kejuaraan Karate GDR Championship Siap Digelar di Pekanbaru
- Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
Kejadiannya di Riau, Pemasang Bendera Merah Putih di Amankan Polisi
Warganet Geram, Tersangka Ditangkap Polisi

BENGKALIS, VokalOnline.Com - Wakil Kepala Tata Usaha pabrik sawit, PT Sawit Agung Sejahtera, inisial RH (22) ditangkap polisi lantaran memasang bendera merah putih di leher anjing. Video bendera lambang NKRI itu viral di media sosial hingga membuat warganet geram.
Setelah melihat video itu, anggota Polres Bengkalis langsung bergerak mencari tersangka pelaku. Dalam video tersebut, RH terlihat memasang sebuah bendera merah putih kecil di leher anjing tersebut. Akhirnya pemuda itu ditangkap polisi.
“Video yang menampilkan RH telah menjadi viral di media sosial. Dia memasang bendera merah putih kecil pada leher anjing,” ujar Kapolres Bengkalis, AKBP Setyo Bimo Anggoro, Kamis (10/8/2023).
Bimo menyebutkan, perbuatan RH menjadi perhatian setelah tersebar luas di berbagai platform media sosial.
Setelah ditangkap, RH mengakui perbuatannya. Kepada polisi, dia menyebut awalnya membeli empat bendera kecil pada Rabu, 9 Agustus 2023.
Bendera-bendera tersebut, direncanakan untuk dipasang pada sepeda motornya. Namun, karena keterbatasan tempat, hanya satu bendera yang berhasil dipasang. Sementara tiga bendera lainnya masih tersisa.
“Bendera-bendera yang tersisa kemudian dipasang oleh pelaku pada kalung leher anjing. Alasan dia untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan,” ucap Bimo.
Meski beberapa warga mengingatkan RH akan tindakannya, dia justru ngotot memasangnya. Bahkan pelaku menyebutkan, tindakannya itu adalah bentuk perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Informasi dari Bhabinkamtibmas setempat menyebutkan, bahwa situasi semakin tegang karena reaksi masyarakat terhadap tindakan RH.
“Saat diminta untuk membuka bendera yang terpasang di leher anjing tersebut, pelaku tidak mau dan menjawab “biar saja kan tidak apa-apa untuk memeriahkan 17 Agustus,” kata Bimo menirukan ucapan pelaku.
Untuk mencegah terjadinya gangguan lebih lanjut, tersangka pelaku akhirnya diamankan oleh Polsek Pinggir. Saat ini, proses pemeriksaan terhadap RH masih berlangsung.
“Setelah diinterogasi pelaku mengakui kesalahannya, karena ketidaktahuannya dan tidak ada niat untuk menghina simbol negara, serta bersedia meminta maaf,” kata Bimo. (*)
Berita Terkait :
- Pimpinan Media Se-Indoneisa Berkumpul di Bali, Rakernas dan HUT Ke-77 SPS0
- Penampilan Teater Selembayung di Paripurna DPRD di HUT ke-66 Provinsi Riau, Hanya Miskomunikasi0
- Satu-satunya di Riau, Kabupaten Inhu Raih BKN Award tahun 20230
- Bupati Rezita Terima Dua Penghargaan Dihari Jadi Provinsi Riau0
- HUT Provinsi Riau ke-66, Bupati Rohil Bacakan Teks Pidato Gubri0
_Black11.png)








