- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
- Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil
- 200 Karateka Inkanas Pekanbaru Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Semester I 2026
- Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kepulauan Meranti Gelar Bahti Kesehatan
- Fun Run Road to Riau Bhayangkara Run 2026 di Polres Inhil Berlangsung Meriah
Kelompok Egianus Kogoya Sengaja Berpencar untuk Kelabui TNI-Polri

TNI-Polri masih terus melakukan pencarian terhadap Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens yang sudah sebulan disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya. Arsip Istimewa
Jakarta, VokalOnline.Com -- Tim gabungan TNI-Polri masih terus melakukan pencarian terhadap Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens yang sudah sebulan disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman menyebut Egianus sengaja membuat kelompoknya berpencar untuk mengecoh tim gabungan.Akibat tindakan tersebut, Herman mengatakan saat ini tim Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz yang memburu mereka mesti memperluas pencarian."Proses pencarian dikembangkan ke wilayah lainnya karena diketahui KST mulai berpencar untuk mengelabui aparat gabungan TNI-Polri yang sedang melakukan pencarian," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/3).Herman enggan berbicara lebih jauh ihwal syarat tebusan senjata dan amunisi yang diminta KKB. Menurutnya saat ini tim gabungan hanya fokus dalam pencarian dan keselamatan Philip maupun warga yang berada di sekitar lokasi penyanderaan."TNI melakukan pencarian Pilot Susi Air yang dibawa KST untuk membantu Polri dalam penegakan hukum dan melindungi keselamatan masyarakat, serta memastikan pembangunan tetap berjalan," tuturnya.Panglima TNI Laksamana Yudo Margono sebelumnya menjelaskan operasi militer atau penyerbuan terhadap KKB yang menyandera Philip tidak memungkinkan untuk dilakukan.Yudo menjelaskan hal itu dikarenakan kelompok penyandera Philip terus berpindah dan menyamar di tengah-tengah penduduk setempat. Ia khawatir operasi militer malah membahayakan korban dan masyarakat sipil."Khawatirnya penduduk yang akan terkena imbas karena mereka ini kan bersama-sama dengan penduduk. Kita tidak mau masyarakat menjadi korban hanya gara-gara ini," jelasnya dalam konferensi pers, Rabu (8/3).Ia menambahkan apabila memang ingin mengambil opsi penyerbuan, hal tersebut sejatinya sudah akan dilakukan sejak lama. Pasalnya, kata dia, TNI mempunyai prajurit dan alutsista yang memadai untuk menunjang operasi tersebut."Tapi ini bukan operasi militer, ingat ini adalah operasi penegakan hukum sehingga harus mengedepankan hukum," tegasnya.Kapten Philip disandera oleh KKB sejak 7 Februari lalu. Ia dilaporkan menghilang tak lama setelah kelompok tersebut membakar pesawat Susi Air di Nduga.Ketua Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2023 Kombes Faizal Ramadani mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendekatan lunak melalui negosiasi kepada tokoh masyarakat dan adat setempat. **syafira
Berita Terkait :
- Bandara Bilorai Intan Jaya Kembali Dibuka usai Ditembaki KKB0
- Ketua Panpel Arema Jalani Sidang Vonis Kanjuruhan Hari Ini0
- Polisi Bicara Kemungkinan Perpanjangan Penahanan AG Pacar Mario0
- Polisi Bicara Kemungkinan Perpanjangan Penahanan AG Pacar Mario0
- Jokowi, Prabowo, Ganjar Selfie Bareng di Panen Raya Jateng0
_Black11.png)









