- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
Kemenkes: 14 Pasien Gagal Ginjal Akut Masih Dirawat di RSCM

Jakarta, VokalOnline.Com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan 14 pasien gagal ginjal akut progresif atipikal yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr Cipto Mangunkusumo atau RSCM Jakarta
Total pasien gagal ginjal akut di Indonesia mencapai 324 orang. Dari jumlah itu, 111 orang telah sembuh, 199 orang meninggal dunia, dan 14 orang pasien masih dirawat.
"Jadi ada 14 orang yang masih dirawat, ada di RSCM. Seperti yang saya sampaikan tadi, dia masuk kategori stadium tiga, berarti memang kerusakan ginjalnya cukup parah dengan kondisi-kondisi yang lain," kata Syahril Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam konferensi pers, Rabu (16/11).
Syahril mengklaim kasus gagal ginjal akut mulai melandai sejak Kemenkes mengambil langkah konservatif dengan menyetop seluruh penggunaan obat sirop pada 18 Oktober lalu. Selain itu para pasien diberikan obat antidotum dengan merek Fomepizole.
"Kita sangat bersyukur dalam dua minggu terakhir ini, kasus di tanah air jumlahnya tidak bertambah ya," ujarnya.
Kendati demikian, Syahril tetap meminta seluruh pihak untuk waspada. Ia mewanti-wanti agar orang tua lebih waspada dengan terus memantau jumlah dan warna urin yang pekat atau kecoklatan pada anak.
Apabila urine berkurang atau berjumlah kurang dari 0,5ml/kgBB/jam dalam 6-12 jam atau tidak ada urine selama 6-8 jam, maka pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit.
Selanjutnya, pihak rumah sakit diminta melakukan pemeriksaan fungsi ginjal yakni ureum dan kreatinin.
Apabila hasil fungsi ginjal menunjukkan adanya peningkatan, maka dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosis, evaluasi kemungkinan etiologi dan komplikasi.**Syafira
Berita Terkait :
- Deklarasi G20 Disahkan, Kompak Desak Rusia Angkat Kaki dari Ukraina0
- Erdogan soal Rudal Hantam Polandia: Hormati Rusia, Perlu Investigasi0
- Polisi Telusuri Aliran Dana Penjualan Mobil Keluarga Tewas Kalideres0
- 2 Anggota TNI Kaltara Aniaya Junior hingga Tewas Jadi Tersangka0
- G7-NATO Kutuk Serangan Biadab Rudal Rusia ke Ukraina saat KTT G200
_Black11.png)









