- Komitmen Perjuangkan Kepentingan Rakyat, Dodi Nefeldi Masuk Daftar Nominator JMSI Award
- Bhabinkamtibmas Dukung Program Ketahanan Pangan di Desa Lintas Utara
- Sambut Hari Bhayangkara, Polsek Keritang Gotong Royong di Rumah Allah
- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
2 Anggota TNI Kaltara Aniaya Junior hingga Tewas Jadi Tersangka

Jakarta, VokalOnline.Com - Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Tri Budi Utomo mengatakan dua anggota TNI yang diduga menganiaya juniornya, Prada MAP hingga tewas telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Kami sudah dan masih berlangsung proses hukum terhadap kedua tersangka," kata Budi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (16/11).
Namun, Tri tidak menjelaskan pasal yang dipakai untuk menjerat dua anggota TNI itu. Budi hanya bilang dalam waktu dekat berkas keduanya akan diserahkan ke Oditurat Militer.
"Penyidikan sudah dilakukan dan selanjutnya akan diserahkan ke Oditurat Militer," ujarnya.
Sebelumnya, anggota TNI Yonif 614/Raja Pandita, Prada MAP, tewas diduga setelah penganiayaan yang dilakukan dua seniornya yakni Pratu AH dan Pratu MF. Penganiayaan terjadi pada Sabtu (5/11).
"Yang dilakukan kedua pelaku menyuruh korban berendam di kolam, guling, dan adanya pemukulan. Sebagai akibat dari pukulan tersebut, Prada MAP tidak sadarkan diri," ujar Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Inf Taufik Hanif beberapa waktu lalu.
Kejadian bermula ketika dua pelaku kesal karena Prada MAP keluar tanpa izin. Korban lantas dihukum dengan cara direndam dan dianiaya.
Korban yang tak sadarkan diri itu kemudian dievakuasi ke UGD RSUD Malinau. Prada MAP langsung ditangani oleh dokter.
Namun, nyawanya tak tertolong. Prada MAP dinyatakan meninggal dunia dengan analisis gagal pada pernapasan pada Sabtu 5 November.**syafira
Berita Terkait :
- G7-NATO Kutuk Serangan Biadab Rudal Rusia ke Ukraina saat KTT G200
- Roket SLS Artemis 1 NASA Terbang ke Angkasa Malam ini0
- Sidang Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Pekan Depan0
- Diperiksa Polisi, Dokter Harun Tak Jelaskan Gas Air Mata Kanjuruhan0
- Staf Ahli Bupati Buka kegiatan Pelatihan CTU0
_Black11.png)









